JawaPos Radar

Cekcok dengan Luhut, Fadli Zon Puji Ratna Sarumpaet

03/07/2018, 12:24 WIB | Editor: Kuswandi
Kapal
Tim SAR Gabungan memasang alat sonar untuk mempeemudah pencarian korban KM Sinar Bangun. (Prayugo Utomo/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan terlibat cekcok dengan aktivis Ratna Sarumpaet terkait dengan penghentian pencarian korban tenggelam KM Sinar Bangun.

Menangapi hal itu, Wakil Ketua DPR Fadli Zon memuji yang Ratna Sarumpaet lakukan itu. Menurutnya, orang seperti Ratna sangat dibutuhkan.

"Saya kita kita butuh figur-figur yang berani seperti itu untuk menuntut hak, kan masyarakat yang menjadi korban," ujar Fadli Zon di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (3/7).

Sebelumnya diketahui, Ratna menginginkan pemerintah bertindak maksimal terkait pencarian korban KM Sinar Bangun. Apalagi dia mendapat informasi titik tenggelamnya KM Sinar Bangun sudah diketahui. Sehingga tinggal mencari korban-korban yang belum ditemukan.

"Masa belum apa-apa sudah give up, kan sudah diketahui titiknya," katanya.

Menurut Fadli, pihak keluarga sangat mengharapkan korban yang lebih dari 100 jiwa ini bisa ditemukan agar bisa dimakamkan secara layak. Terlebih memang pemerintah perlu melakukan tindakan secara maksimal.

"Menurut saya harus ada usaha maksimal. Nah apa yang belum dilakukan pemerintah sekarang masih belum maksimal," ungkapnya.

Apabila pemerintah tidak sanggup untuk mencari para korban tersebut. Maka pemerintah tinggal meminta bantuan saja ke luar negeri karena terbukti tidak sanggup.

"Kalau nggak bisa, pemerintah Indonesia minta bantuan ke negara lain, ibaratnya begitu," pungkasnya.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Kamaritiman, Luhut Binsar Panjaitan cekcok dengan aktivis Ratna Sarumpaet pada Senin (2/7) di Pelabuhan Tigaras, Kabupaten Simalungun.

Ratna berdebat dengan Luhut lantaran pemerintah ingin menghentikan pencarian korban KM Sinar Bangun, padahal operasi sudah digelar selama 15 hari. Ratna tidak puas dengan alasan pemerintah soal jangka waktu operasi hingga sulitnya medan untuk mengevakuasi korban.

(ce1/gwn/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up