alexametrics
Kasus Korupsi Menpora

Untuk Kedua Kalinya, Staf Pribadi Menteri Imam Nahrawi Digarap KPK

3 Januari 2019, 10:42:45 WIB

JawaPos.com – Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengagendakan pemeriksaan terhadap staf pribadi menpora, Miftaul Ulum. Ini merupakan pemeriksaan kedua yang akan dijalani oleh anak buah menteri Imam Nahrawai itu.

Juru bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, pemeriksaan yang akan dijalani Ulum berkaitan dengan suap penyaluran dana hibah pada Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI).

“Yang bersangkutan diperiksa untuk Sekjen KONI Ending Fuad Hamidy (EFH),” ujar Febri, Kamis (3/1).

Selain ulum, ada dua saksi lainnya yang juga dipanggil terkait kasus ini yaitu staff bag perencanaan KONI Twisyono dan staff bidang perencanaan KONI Suradi untuk tersangka Fuad. Namun, mantan aktivis ICW ini belum bisa membeberkan informasi apa yang akan digali terhadap tiga saksi.

Sebelumnya, Wakil Ketua KPK Saut Situmorang mengatakan, saat ini belum bisa menyimpulkan ada-tidaknya keterlibatan Miftahul Ulum dalam kasus ini. Saut hanya menegaskan staf pribadi itu punya peran signifikan.

“Saya belum bisa simpulkan itu, tapi indikasinya memang peran yang bersangkutan signifikan, ya. Kita lihat dulu, bisa saja dia membukanya,” tukas Saut.

“Karena kalau kita lihat jabatannya, bisa kita lihat seperti apa peranannya. Ada beberapa yang tidak terkonfirmasi satu sama lain,” jelas Saut.

Sekadar informasi, dalam kasus ini KPK resmi menetapkan Deputi IV Kementerian Pemuda dan Olahraga, Mulyana sebagai tersangka penerima suap. Selain Mulyana, Wakil Ketua KPK Saut Situmorang menyebut pihaknya juga menetapkan empat orang sebagai tersangka yaitu Adhi Purnomo (pejabat pembuat komitmen pada kemenpora), Eko Triyanto (staff kemenpora) sebagai pihak penerima.

Sementara pihak pemberi yakni Ending Fuad Hamidy Sekjen KONI dan Jhonny E Awuy Bendum KONI. Ini berkaitan dengan kasus dugaan suap fee dana hibah Rp 17,9 miliar, yakni sebesar Rp 3,4 miliar.

Editor : Dimas Ryandi

Reporter : (ipp/JPC)



Close Ads
Untuk Kedua Kalinya, Staf Pribadi Menteri Imam Nahrawi Digarap KPK