PKB: Separuh Parpol Peserta Pemilu 2019 Bakal Tak Lolos ke Senayan

02/08/2018, 19:33 WIB | Editor: Dimas Ryandi
Wakil Sekjen PKB Jazilul Fawaid menilai ambang batas parlemen sebesar 4 persen bisa menggugurkan setengah peserta pemilu 2019. (JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) memprediksi akan banyak partai-partai politik yang tersingkir di pemilu 2019 mendatang. Apalagi syarat ambang batas parlemen (parliamentary threshold) pemilu 4 persen suara nasional, jauh lebih berat dari pemilu 2014 lalu. 

"Partai-partai kecil itu bisa ilang dengan ambang batas 4 persen. Karena yang ikut pemilu 16 partai. Dulu (pemilu 2014) yang ikut kontestasi 12 yang hilang dua (parpol), saat itu dengan PT 2,5 persen. Sekarang dengan PT 4 persen bisa hilang separuh itu," kata Wakil Sekjen PKB Jazilul Fawaid di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (2/8).

Oleh karena itu, kata Jazilul, seluruh parpol terus mendorong kadernya untuk maju sebagai capres atau cawapres di pilpres 2019 mendatang. Hal itu dikarenakan ingin mendapatkan insentif suara (Coat tail effect) kepada parpolnya. 

"Setiap partai pasti harus ada perwakilannya di pasangan pilpres, karena khawatir nanti kena dampak coat tail efek apalagi (sekarang) sistemnya suara caleg murni," ungkapnya. 

Meski demikian, dia mengaku tak masalah jika nantinya banyak parpol yang tersingkir ataupun tak dapat masuk parlemen. Sebab, lanjutnya, penyederhanaan parpol dinilainya baik untuk demokrasi.

"Bagus sih buat penyederhanaan parpol. Tapi kalau PKB aman. Kita fokus agar Cak Imin masuk menjadi kontestasi pilpres. Karena ini berpengaruh ama pileg. Makanya semuanya jajaran PKB berjuang agar Cak Imin ada dalam kontestasi pilpres," pungkasnya.

(aim/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi