alexametrics

Bertemu Jokowi, AHY Harapkan Semua Pihak Dewasa Sikapi Hasil Resmi KPU

2 Mei 2019, 19:36:08 WIB

JawaPos.com – Presiden Joko Widodo menerima kedatangan Komandan Komando Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono, di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (2/5). Pertemuan tersebut berlangsung atas inisiatif Presiden beberapa waktu sebelumnya.

Presiden yang tampak mengenakan kemeja putih lengan panjang menyambut pria yang akrab disapa AHY ini di depan ruang pertemuan. Usai berjabat tangan, keduanya duduk bersebelahan dan memulai perbincangan. Momen pertemuan tersebut berlangsung sekitar pukul 16.20 WIB.

“Yang jelas, semangatnya adalah kita ingin melihat Indonesia ke depan ini tentunya semakin baik,” kata AHY usai bertemu Jokowi.

AYH menjelaskan, salah satu hal yang dibahas dalam pertemuannya dengan Jokowi ialah mengenai hasil Pilpres 2019. AHY berharap agar seluruh pihak dapat bersabar dan menghormati hasil rekapitulasi suara Pilpres 2019 yang akan diumumkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada 22 Mei 2019 mendatang.

“Kita berharap setelah hari pencoblosan yang sudah kita lalui bersama mudah-mudahan kita semua bisa tenang, sabar dalam melihat situasi perkembangan sekaligus juga mari sama-sama kita menjadi masyarakat yang dewasa dalam alam demokrasi yang sehat,” ucapnya.

“Sikap terbaik bagi kita adalah menunggu sampai dengan penghitungan terakhir yang nanti diumumkan secara resmi oleh KPU,” imbuh putra Presiden ke-6 Republik Indonesia ini.

Dalam kesempatan itu, AHY turut menyampaikan salam dari Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono, beserta Ibu Ani kepada Presiden. Pesan tersebut disampaikan kepada AHY saat bertemu dengan Jokowi.

“Saya menyampaikan salam hormat ke Pak SBY dan Bu Ani. Karena tadi saya sempat berkomunikasi yang intinya adalah tentu sampaikan salam hormat kepada Bapak Presiden,” tuturnya.

Bahkan, AHY juga menyampaikan harapannya agar silaturahmi dengan Presiden Jokowi ini dapat terus dilakukan ke depannya. Menurutnya, silaturahmi dan pertemuan-pertemuan serupa itu dapat membangun semangat kebangsaan untuk bersama memajukan Indonesia.

“Komunikasi itu tidak harus selalu berbicara komunikasi politik secara pragmatis, tapi juga ada hal-hal besar lainnya. Kita juga selalu harus bisa membangun semangat untuk menjadi bagian besar mewujudkan Indonesia yang semakin baik ke depan,” tandasnya.

Editor : Kuswandi

Reporter : Muhammad Ridwan