alexametrics

Ini Alasan KPU Bakal Haramkan Mantan Napi Koruptor Maju Jadi Caleg

2 April 2018, 23:13:09 WIB

JawaPos.com – Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman mengatakan, aturan mengenai larangan bagi mantan narapidana kasus korupsi atau koruptor maju menjadi caleg lantaran banyaknya cakada yang berstatus tersangka.

“Sebetulnya itu kan merespon apa yang berkembang saat pencalonan pilkada. Setelah dicalonkan, kemudian ditetapkan. Tapi nyatanya banyak yang berstatus sebagai tersangka karena kasus dugaan tindak pidana korupsi,” kata Arief di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (2/4).

Di samping itu, Arief menegaskan, usulan itu juga sekaligus upaya pencegahan untuk terjadinya tindak pidana korupsi yang dilakukan kepala daerah. Sebaliknya, lembaga yang bermarkas di Menteng ini berharap calon yang maju di pilkada maupun pileg tidak ada tersentuh kasus korupsi.

“Ini bagian dari upaya pencegahan atas tindak pidana korupsi. Calon-calon yang memang tidak tersentuh dengan kasus-kasus korupsi makanya kita masukan juga syarat itu,” ungkapnya.

Kendati demikian, Arief menegaskan, saat ini pun aturan itu masih dalam tahap proses pembahasan dalam rapat konsultasi. Dirinya pun mengaku peraturan itu nantinya juga akan dibahas dengan melibatkan seluruh komponen masyarakat.

“Tetapi ini kan masih masuk proses pembahasan dan masih usulan yang akan diajukan dalam rapat konsultasi. Kita pun juga akan bicarakan ini  dalam uji publik dengan kelompok masyarakat. Kita lihat hasilnya nanti seperti apa,” tutupnya.

Sebagai informasi, Komisi Pemilihan Umum (KPU) terus menggodok Peraturan KPU (PKPU) mengenai pencalonan caleg di Pemilu 2019. Dalam regulasi itu, lembaga yang dinahkodai Arief Budiman itu akan melarang mantan narapidana kasus korupsi atau koruptor maju menjadi caleg.

Editor : Dimas Ryandi

Reporter : (aim/JPC)



Close Ads
Ini Alasan KPU Bakal Haramkan Mantan Napi Koruptor Maju Jadi Caleg