alexametrics

Mahfud MD Kaget Disebut Restui Moeldoko Kudeta AHY

2 Februari 2021, 15:24:34 WIB

JawaPos.com – Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengaku kaget karena ada pihak-pihak yang menyeret namanya dalam isu kudeta Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Menurut Mahfud, ia tidak pernah sama sekali berbicara dengan Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko untuk mengkudeta AHY. Sehingga hal ini ia keluhkan.

Ada isu aneh, dikabarkan beberapa menteri, termasuk Menkopolhukam Mahfud MD, merestui KSP Moeldoko mengambil alih Partai Demokrat dari AHY melalui KLB. Wah, mengagetkan, yakinlah saya tak pernah berbicara itu dengan Pak Moeldoko maupun dengan orang lain. Terpikir saja tidak, apalagi merestui,” ujar Mahfud dalam akun Twitter miliknya @mohmahfudmd, Selasa (2/2).

Menurut Mahfud, isu kudeta di dalam tubuh Partai Demokrat sangatlah sulit dipercaya di era keterbukaan seperti saat ini. Sehingga Mahfud membantah jika memberi restu adanya kudeta tersebut.

Di era demokrasi yang sangat terbuka dan dikontrol oleh masyarakat seperti sekarang ini sulit dipercaya kepemimpinan partai, apalagi partai besar seperti Demokrat bisa dikudeta seperti itu,” katanya.

Jabatan menko tentu tidak bisa digunakan dan pasti tidak laku untuk memberi restu. Yang penting internal Partai Demokrat sendiri solid,” tambahnya.

Sebelumnya, politikus Partai Demokrat Rachland Nashidik meminta Moeldoko untuk tidak berbohong ihwal pengkudetaan Partai Demokrat. Dia juga mengungkap Moeldoko menggelar pertemuan dengan para kader Demokrat di sebuah hotel di Jakarta.

“Jangan bohong. Pertemuan itu bukan di kediaman tapi di hotel Aston Rasuna lantai 28, Rabu tanggal 27 Januari 2021 Pkl. 21.00 WIB. Anda datang ke situ, bukan mereka mendatangi Anda,” ujar Rachlan kepada wartawan, Selasa (2/2).

Rachlan berujar, dalam pertemuan dengan kader Partai Demokrat tersebut, langkah Moeldoko yang diduga akan melakukan kudeta telah disetujui oleh Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Budi Gunawan, Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo, Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD, dan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna H Laoly.

“KSP Moeldoko menyatakan aksi memalukan ini tanggungjawabnya sendiri. Tapi dia menyebut Kepala BIN, Kapolri, Menhukham dan Menko Polhukam Mahfud MD, bahkan “Pak Lurah” merestui. Para pejabat negara itu perlu juga angkat bicara. Apa iya ini semua tanpa restu “Pak Lurah?,” katanya.

Editor : Banu Adikara

Reporter : Gunawan Wibisono




Close Ads