alexametrics

Tahun Babi Tanah, Ini Evaluasi dan Harapan Fraksi PKS di DPR

2 Januari 2019, 11:26:37 WIB

JawaPos.com – Ketua Fraksi PKS DPR RI Jazuli Juwaini mengajak seluruh masyarakat, untuk memanfaatkan momentum pergantian tahun untuk melakukan refleksi dan evaluasi untuk perbaikan diri dan bangsa ini ke depan. Tujuannya agar bangsa ini menjadi lebih baik.

“Mari berkaca diri dan mengevaluasi diri, dan atas nama Pimpinan dan Anggota Fraksi PKS saya ucapkan selamat tahun baru 2019. Semoga lahir fajar harapan baru untuk Indonesia yang makin adil dan sejahtera,” kata Jazuli pada JawaPos.com. 

“Pada level pribadi tentu setiap kita ingin ada peningkatan kualitas diri baik lahiriah maupun spiritual. Pada level negara kita dapat mengevaluasi atau mengkritisi kinerja pemerintahan dan berharap agar ada perbaikan dalam berbagai sektor terutama yang menyangkut hajat hidup rakyat banyak,” ungkapnya. 

Kata Jazuli, Fraksi PKS DPR mencatat kondisi perekonomian sepanjang 2018 hingga tutup tahun–bahkan selama 4 tahun ini–stagnan di angka 5,0 persen. Itupun masih ditopang sektor konsumsi rumah tangga yang dominan. Selain itu, sumbangan terbesar masih di sektor non-treadable yang sedikit menyerap tenaga kerja seperti informasi, transportasi dan konstruksi. Sementara sektor treadable good seperti pertanian dan insdustri yang banyak menyerap tenaga kerja hanya tumbuh 3,14 persen dan 4,50 persen.

“APBN kita belum cukup sehat. Keseimbangan primer masih negatif. Beban hutang kita besar dan memberatkan keuangan negara. Pun untuk membayar bunga hutang kita harus gunakan hutang. Istilahnya gali lubang tutup lubang,” kata Jazuli.

“Kondisi beratnya perekonomian ini seiring dengan tingginya angka pengangguran. Termasuk angka kemiskinan juga tidak bergeser jauh. “Janji Presiden membuka 10 juta lapangan kerja baru nyatanya jauh dari tercapai,” papar Jazuli. 

Selain itu, Jazuli juga menyoroti kondisi pertanian kita justru semakin miris, selama 4 tahun terjadi penyusutan lahan dari 7,7 juta hektar menjadi hanya 7,1 juta hektar yang beralih fungsi. Tiap tahun berkurang rerata 150 ribu-200 ribu hektar.

Jika tidak diantisipasi maka 38 tahun lagi lahan pertanian di negeri ini akan habis. Akibat penyusutan lahan ini, tiap tahun produksi beras berkurang 3 juta ton. Artinya dengan realitas tersebut, kecenderungan impor beras akan semakin tinggi.

Kecenderungan impor juga merambah komoditas pertanian lain seperti gula, garam, bawang merah, juga gandum. Imbasnya, lanjut Jazuli minat kaum muda bertani makin menyusut lagi, mereka lebih suka migrasi ke kota menjadi buruh.

“Faktanya pendapatan bulanan keluarga petani telah menyusut hanya sekitar Rp. 1,2 juta per bulan. Ini menjadi PR terbesar pemerintah untuk mensejahterakan petani Indonesia,” paparnya. 

Tak lupa, Anggota Komisi I DPR Dapil Banten ini berpesan agar seluruh warga bangsa semakin konstruktif di tahun 2019 mendatang. Apalagi kita akan melaksanakan pemilu raya di bulan April 2019. Harapannya semoga rakyat semakin objektif dalam memilih pemimpin yang terbaik, pemimpin yang mampu mewujudkan harapan dan membuat kondisi bangsa ini semakin maju dan sejahtera.

“Kita juga berharap penyelenggara pemilu, aparat dan birokrasi netral demi menjaga kokohnya demokrasi yang berkualitas,” pungkas Jazuli.

Editor : Dimas Ryandi

Reporter : (gwn/JPC)



Close Ads
Tahun Babi Tanah, Ini Evaluasi dan Harapan Fraksi PKS di DPR