Pilpres 2019

Harlah NU dekat dengan Pemilu, Miftachul: Jangan-Jangan Skenario Allah

2 Januari 2019, 12:54:10 WIB

JawaPos.com – Penjabat (Pj) Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Miftachul Akhyar menyambangi kediaman Mukhtasyar PBNU, Ma’ruf Amin di Jalan Situbondo Nomor 12 Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (2/1). Kedatangannya didampingi oleh beberapa katib syuriah PBNU.

Ditemui usai pertemuan, Miftachul mengatakan kedatangannya sebatas silaturahmi antara junior kepada seniornya. Dalam pertemuan itu dibahas rencana PBNU menggelar istigasah atau harlah yang menjadi agenda rutin ormas terbesar itu.

“Kami juniornya terus bersilaturahmi termasuk bahas masalah negara yang saat ini sudah lama NU belum ada istigasah seperti zaman Gus Dur dulu. Kita bahas Kemungkinan-kemungkinan kita soal itu,” ujar Miftachul.

Sebagaimana tradisi, harlah biasa digelar PBNU di bulan Rajab sesuai kalender hijriah. Atau jika disesuaikan dengan kalender masehi jatuh di sekitar bulan Februari. “Kebetulan harlah NU biasa bulan Rajab kalau enggak keliru di akhir Februari atau Maret. Itu yang kita rencanakan,” imbuh Miftachul.

Berdekatannya harlah PBNU dengan Pemilu 2019, dikatakan Miftahul bukan sesuatu masalah. Bukan pula dibuat-buat pelaksanannya agar dekat dengan pesta demokrasi.

Pengasuh pondok pesantren Mifatchus Sunnah, Surabaya itu menilai dekatnya pelaksanaan harlah dengan Pemilu hanya sebatas kebetulan. Karena memang hari lahir NU sendiri jatuh pada 26 Januari, sehingga harlah biasa dilaksanakan berdekatan dengan waktu tersebut. 

“Ini kan kebetulan harlahnya itu (dekat dengan Pemilu, Red), jadi sebuah momentum ketepatan gitu, ada apa ini, jangan-jangan sekenario Allah ya. Jadi Kita harapkan bukan karena kesengajaaan,” pungkasnya. 

Editor : Dimas Ryandi

Reporter : (sat/JPC)

Saksikan video menarik berikut ini: