Resmi Mundur dari Ketua Pemenangan Pilpres, Sandi: Pak Prabowo Legawa

01/08/2018, 05:05 WIB | Editor: Bintang Pradewo
Ilustrasi kemenangan Anies Baswedan dan Sandiaga Uno. (Dok. JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno sudah resmi mundur dari jabatannya sebagai Ketua Tim Pemenangan Pilpres Gerindra. Hal itu diakuinya saat menjawab pertanyaan terkait isu politik.

Sandi yang biasanya sangat terbuka berkomentar soal politik, Pemilu, dan Pilpres mendadak enggan mengeluarkan sepatah katapun.

"Saya tidak bisa memberikan pernyataan lagi karena saya sudah mundur dari tim pemenangan pemilu. Sudah ada peraturan KPU terkait ini," ujarnya di kawasan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Selasa (31/7).

Dia juga sudah menyampaikan pengunduran dirinya kepada Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto kemarin, Senin (30/7) malam. 

“Jadi mulai kemarin malam saya sudah tidak menjabat lagi dan tidak akan bisa memberikan komentar politik,” tegas dia.

Selain itu, Sandi juga tidak menjadi anggota tim pemenangan partai berlogo kepala burung garuda itu untuk Pemilu 2019. Kemudian, dia meminta pertanyaan terkait politik agar dialihkan kepada pejabat Gerindra lainnya.

“Jadi tolong diarahkan (pertanyaannya). Pak Prabowo mengarahkannya ke Pak Muzanni, dan ada beberapa nama yang mungkin bisa memberikan pernyataan ini. Teman-teman, tentunya ada Pak Edi Prabowo, ada pak Sudirman Said, dan juga pak Fadli Zon. Jadi mereka yang nanti akan take over (mengambil alih),” tuturnya.

Penggantinya sebagai ketua tim pemenangan akan ditentukan oleh partai koalisi. Prabowo sendiri, sudah mengerti dan mengizinkan hal tersebut.

“Nanti diputuskan bersama-sama mitra koalisi. Toh kita juga sudah diputuskan oleh PKPU. Jadi lebih baik saya hormati. Pak Prabowo sangat legawa, sangat mengerti dan dia menerima pengunduran diri saya,” pungkas Sandi.

Sebelumnya, Dalam Peraturan KPU (PKPU) 23/2018 tentang Kampanye Pemilihan Umum menyebutkan, kepala daerah serta wakil kepala daerah tidak boleh menjadi ketua tim kampanye, baik pemilihan legislatif maupun pemilihan presiden. 

(yes/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi