alexametrics

Habiburokhman: Pak Arief Bukan Orang Spesial

1 Agustus 2018, 21:00:26 WIB

JawaPos.com – Beberapa waktu lalu, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono sempat mengeluarkan pernyataan kontroversial. Arief dianggap merendahkan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dengan mengatakan, putra sulung Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu belum layak menjadi cawapres.

Akibat ucapannya itu, Majelis Kehormatan Partai Gerindra langsung menggelar rapat. Kabar tersebut telah dibenarkan langsung oleh Ketua DPP Bidang Advokasi dan Hukum Partai Gerindra, Habiburokhman.

“Salah satunya yang dibahas soal Pak Arief Poyuono dan masalah-masalah lain. Cuma kalau Majelis Kehormatan kan sifatnya rekomendasi. Kalau, putusannya disampaikan ke Pak Prabowo,” ujar Habiburokhman di DPP Partai Gerindra, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Rabu (1/8).

Meski demikian Habiburokhman menegaskan, rapat Majelis Kehormatan ini merupakan agenda rutin. Bukan semata-mata khusus untuk membahas perkara Arief.

“Ini sidang, sidang reguler biasa, bukan khusus menyidangkan Pak Arief. Dia (Arief) bukan seseorang yang spesial juga, bukan istimewa Pak Arief itu, orang biasa-biasa aja.”

Di sisi lain dari informasi yang masuk ke telinga Habiburokhman, Arief sendiri telah mengutarakan permintaan maaf ke pihak keluarga AHY.

“Saya dengar sih sudah (minta maaf). Walaupun dia punya jalur khusus sendiri ke Pak SBY. Jadi ya kita kan namanya partai politik ada kesalahan-kesalahan juga, minta maaflah,” terangnya.

“(Arief) sudah klarifikasi ke keluarga AHY. Tadinya sih ke beberapa petinggi Demokrat juga. Nggak ada masalah juga ya. Tapi kan memang Pak Prabowo juga sudah menyampaikan teguran, ya beliau patuh gitu aja,” tandasnya.

Sebelumnya, Arief memperkirakan Prabowo kemungkinan kecil menggandeng AHY sebagai cawapres. Pasalnya, putra sulung SBY itu belum pernah punya pengalaman di pemerintahan.

“Dia belum pernah punya pengalaman dalam mengurus negeri ini. Belum punya jabatan dalam pemerintahan. Baru tentara biasa, jadi Kepala Kodim saja belum pernah,” tegasnya.

Oleh sebab itu, menurutnya, terlalu memaksakan apabila Partai Demokrat terus menyodorkan AHY ke Prabowo Subianto. Masih banyak tokoh lain yang lebih berpengalaman untuk mendampingi Prabowo.

“Jangan main-main. Ini mimpin negara, masa sama anak begitu. Misalnya Prabowo terpilih, AHY jadi cawapres lah gimana, masa anak boncel gitu ngurus negeri. Jadi ancur negeri ini,” pungkasnya.

Editor : Fersita Felicia Facette

Reporter : (ce1/sat/JPC)


Close Ads
Habiburokhman: Pak Arief Bukan Orang Spesial