alexametrics

Menteri Nadiem Pantau Pelaksanaan Pembelajaran Online di Sekolah

30 Juli 2020, 18:18:02 WIB

JawaPos.com – Banyak pihak menyampaikan agar Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim turun ke lapangan untuk meninjau pelaksanaan pembelajaran jarak jauh (PJJ) secara daring. Hal ini dilakukan agar Menteri Nadiem memahami bagaimana perbedaan hambatan pendidikan di setiap wilayah Indonesia.

Pada akhirnya, hari ini, Kamis (30/7), Nadiem pun melakukan pemantauan terhadap sekolah-sekolah di sekitar wilayah Bogor, Jawa Barat. Dia juga menyempatkan diri menyapa para siswa di tengah kegiatan belajar mengajar (KBM) secara daring bersama para gurunya untuk memberikan tambahan motivasi.

Sekolah-sekolah yang dikunjungi Nadiem di antaranya adalah SDN Polisi 1, SMA Regina Pacis, SMP Al Ghazaly, SMK Ma’arif NU Ciomas, dan SMU Muhammadiyah Bogor.

Berdasarkan hasil kunjungannya, Nadiem melihat beberapa tantangan yang dihadapi orang tua dan siswa dalam menyelenggarakan PJJ. “Pertama adalah penyediaan sarana pembelajaran, kedua adalah pengadaan kuota, ketiga adalah penyederhanaan kurikulum, dan keempat adalah penerapan pendidikan karakter,” urainya.

Menjawab tantangan tersebut, Mendikbud berkomitmen untuk memperbaiki kualitas jaringan. Namun, untuk itu perlu ada kolaborasi antar kementerian dan lembaga terkait untuk meningkatkan kualitas infrastruktur jaringan.

“Saya sadari kondisi ini sangat serius dan perlu segera diatasi, karena faktor ini adalah penentu penyampaian konten pembelajaran kepada siswa. Saya sangat mengapreasiasi perjuangan dan kesabaran para guru dan orang tua yang telah semaksimal mungkin memfasilitasi PJJ bagi anak-anak,” ucap Nadiem dalam keterangan resminya, Kamis (30/7).

Melalui kunjungan ini, Nadiem berharap Kemendikbud memperoleh masukan secara langsung dari para pengguna layanan pendidikan untuk peningkatan kualitas kebijakan mendatang.

“Kami sedang merancang apa yang bisa kami lakukan untuk mengatasi masalah kurikulum dan pengadaan kuota, kami mendengar keluhan ini dan meresponsnya,” lanjut dia.

Untuk sisi kurikulum, Kemendikbud dalam waktu dekat akan mengumumkan skema penyederhanaan kurikulum yang bisa diterapkan dalam kondisi darurat.

Mendikbud Nadiem Makarim ketika melakukan pemantauan di sekolah-sekolah sekitar wilayah Bogor, Jawa Barat (Kemendikbud)

“Model pembelajaran saat ini mengedepankan unsur fleksibilitas, jadi sekolah bisa mengatur apa yang cocok untuk kondisi mereka. Lakukan yang terbaik untuk anak. Ketika saya melihat intitusi sudah melakukan yang terbaik untuk anak, saya menghargai kreativitas tersebut,” kata Nadiem.

Senada dengan itu, saat bertemu dengan para pendidik di SDN Polisi 1, Mendikbud memberikan apresiasi atas kreativitas pembelajaran yang sudah dilakukan selama pandemi Covid-19.

“Saya senang, kepala sekolah dan guru mengambil kebijakan terhadap penerapan kurikulum yang sesuai dengan kondisi saat ini. Siswa dan guru bisa saling berbagi konten pembelajaran dengan guru dan murid-murid yang lain. Itulah guru penggerak,” ucapnya.

Mendikbud menceritakan adanya masukan agar Kemendikbud menetapkan satu aplikasi yang sama untuk digunakan secara massal oleh sekolah dalam PJJ. Namun ia menampik bahwa hal tersebut bertentangan dengan konsep merdeka belajar. “Banyak platform yang bisa menjadi pilihan, kami beri kemerdekaan guru untuk menentukan yang terbaik,” ucapnya.

Tidak ada yang menginginkan PJJ, Nadiem mengatakan bahwa ini bukanlah kebijakan Kemendikbud. Justru yang sedang diupayakan bersama adalah bagaimana mengembalikan pembelajaran ke sekolah dengan memastikan keamanan dan kesehatan bagi seluruh warga pendidikan.

“Mari kita gotong royong untuk berkolaborasi keluar dari krisis ini. Kita lakukan yang terbaik untuk murid-murid kita,” pungkas Nadiem.

Hadir mendampingi kunjungan Mendikbud yaitu Walikota Bogor Bima Arya, Sekretaris Ditjen Paudikdasmen Sutanto, Direktur SD Kemendikbud Sri Wahyuningsih, Direktur SMP Kemendikbud Mulyatsyah, dan Direktur SMA Kemendikbud Purwadi Sutanto.

Editor : Edy Pramana

Reporter : Saifan Zaking



Close Ads