alexametrics

Digitalisasi Dorong Maraknya Adopsi Cloud di Ranah Layanan Publik

30 Juni 2021, 18:54:50 WIB

JawaPos.com – Pada AWS Summit Online ASEAN 2021 yang diselenggarakan beberapa waktu lalu, Kepala Diskominfo Jawa Barat (Jabar) Setiaji mengungkapkan tentang efektifnya peran teknologi cloud yang disediakan AWS dalam mendukung kinerja Jabar Digital Service dalam mengelola layanan publik berbasis teknologi digital provinsi tersebut.

Tuntutan menggelar layanan berbasis teknologi digital di Jabar muncul dari tantangan yang disebabkan oleh kondisi demografi, literasi, dan infrastruktur penopang yang belum merata. Masih ada kesenjangan antara kota dan desa. Jabar sendiri adalah provinsi dengan jumlah penduduk terbesar di Indonesia dan mayoritas tinggal di perdesaan.

Setiaji menyontohkan, tanpa teknologi digital, warga Pangandaran, misalnya, perlu berkendara selama 6 jam ke kota Bandung untuk melaporkan sebuah masalah. Keadaan ini tentu sangat menyulitkan bagi warga desa dan tidak efektif.

“Dengan kondisi demikian, pemanfaatan cloud bukan lagi sebuah pilihan, melainkan sebuah kebutuhan,” jelasnya. Pihaknya lantas menggandeng Amazon Web Services (AWS) untuk mendukung penyediaan infrastruktur cloud. Sejak itu, Setiaji mengaku bahwa Diskominfo Jabar menjadi kian adaptif dan responsif. Layanan yang diprakarsainya dengan cepat dapat menyentuh warga desa.

Melalui Jabar Digital Service dan dukungan cloud, Diskominfo Jabar menggulirkan aplikasi-aplikasi penting seperti Sapawarga dan Pikobar. Aplikasi Sapawarga memudahkan warga melaporkan keluhan atau kebutuhan desanya. Sedangkan Pikobar adalah aplikasi tanggap COVID-19 yang dikembangkan sejak kasus pertama COVID-19 dilaporkan di Jabar.

“Pikobar berhasil diluncurkan dalam waktu 2 minggu saja terhitung dari tahap awal. Tanpa cloud, proses pembuatan aplikasi bisa saja memakan waktu hingga hitungan bulan,” ujar Setiaji.

Aplikasi Pikobar memiliki lebih dari 35 fitur yang seluruhnya dikembangkan di AWS, seperti pemantauan lalu lintas untuk mencegah penyebaran virus atau analisis daerah-daerah yang membutuhkan pembatasan skala mikro. Aplikasi ini telah mendapatkan penghargaan di tingkat nasional dan Asia Pasifik.

“Infrastruktur data center kami tidak mampu mengakomodasi kebutuhan akan kecepatan untuk pengembangan aplikasi. Di sisi lain, cloud AWS menawarkan keandalan, kecepatan, dan tools yang lengkap. Dengan cloud AWS, kami tidak lagi disibukkan dengan infrastruktur dan bisa fokus berinovasi serta mengalihkan SDM yang ada untuk menciptakan layanan yang semakin baik,” jelas Setiaji.

Cerita makin maraknya adopsi cloud AWS di sektor publik juga ditunjukkan oleh perusahaan atau organisasi lain. Selain Pemprov Jabar dan juga Bali, terdapat perusahaan besar hingga startup dari berbagam industri, seperti Halodoc untuk layanan kesehatan, hingga sektor pendidikan seperti Simak Online, Sekolah.mu, Universitas Pasundan Bandung dan IKIP Bojonegoro Jawa Timur.

Sebagaimana sektor lain, sektor pendidikan juga makin lekat dengan pengapdosian teknologi cloud berkat tuntutan transformasi digital. Dengan bermigrasi ke cloud, lembaga pendidikan dapat berinovasi dalam skala besar dan berbagi sumber pembelajaran kepada jutaan pengguna.

Editor : Mohamad Nur Asikin

Reporter : ARM

Saksikan video menarik berikut ini: