alexametrics

Pembelajaran Tatap Muka Dihentikan jika Ada Kasus Covid-19 dan PPKM

30 Maret 2021, 13:25:01 WIB

JawaPos.com – Pemerintah menerbitkan Surat Keputusan Bersama (SKB) Empat Menteri tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19. Disebutkan bahwa jika pendidik dan tenaga kependidikan (PTK) sudah divaksinasi, satuan pendidikan wajib menyediakan pembelajaran tatap muka (PTM).

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim menyampaikan, meskipun para PTK sudah divaksinasi, apabila kedapatan kasus Covid-19 di sekolah, maka satuan pendidikan tersebut harus ditutup sementara waktu.

“Kalau berdasarkan hasil pengamatan terdapat kasus konfirmasi Covid-19, pemerintah pusat, pemerintah daerah, Kanwil Kemenag, dan kepala satuan pendidikan wajib melakukan penanganan kasus dan dapat memberhentikan sementara PTM di sekolah tersebut,” kata Nadiem dalam Pengumuman Keputusan Bersama tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19, Selasa (30/3).

Kegiatan pembelajaran di sekolah harus tetap diberhentikan sementara jika masih ada indikasi kasus positif terjadi. “Jadi kalau ada infeksi di sekolah tersebut, bisa dengan segera ditutup tatap muka terbatasnya selama infeksi masih ada atau terjadi,” tutur Mendikbud.

Nadiem juga menjelaskan, PTM dapat ditahan terlebih dahulu atau diberhentikan sementara apabila ada satu daerah atau kecamatan sedang melakukan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro.

“Itu juga merupakan satu situasi dimana PTM dapat diberhentikan sementara. Jadinya ada berbagai macam, bukannya kita mewajibkan tatap muka, tapi kalau ada infeksi Covid-19 di dalam sekolah itu tidak ada penutupan. Tidak, itu salah. Kalau ada infeksi harus segera ditutup sementara untuk sekolahnya, dan kalau daerah sedang PPKM Mikro, itu juga diperbolehkan PTM diberhentikan sementara,” tambahnya.

Editor : Edy Pramana

Reporter : Saifan Zaking

Saksikan video menarik berikut ini:




Close Ads