alexametrics

Pomosda Nganjuk Produksi Beras Sehat Organik

29 Oktober 2020, 15:52:05 WIB

SETIAP tamu yang berkunjung ke Pondok Modern Sumber Daya At-Taqwa (Pomosda), Nganjuk, disuguhi pemandangan serbahijau. Ada berbagai tanaman organik yang terawat dan berjajar rapi sejak pintu gerbang pesantren.

Pesantren yang dipimpin KH M. Dzoharul Arifin Alfaqiri Tanjung Abdullah Afandi alias Kiai Tanjung itu selama ini memang begitu aktif dalam dunia bercocok tanam. Terlebih dengan pola organik. Mereka kini juga gencar mengembangkan program kemandirian pangan untuk masyarakat.

Pesantren yang berdiri sejak 1995 tersebut berhasil meraup keuntungan dari beragam produk tanaman organik.

Salah satu produk andalan mereka adalah beras sehat organik merek Jawatan. Produksi per bulan kini mencapai 20–30 ton. Mereka juga punya produk-produk makanan olahan lain. Di antaranya, minuman jamu bubuk akar tanjung, minuman sari kedelai bubuk, cokelat daun kelor, dan madu kemasan. Pomosda juga memproduksi pupuk organik. Mereknya Manutta.

PROGRAM KEMANDIRIAN PANGAN: Para santri Pomosda melakukan kegiatan bercocok tanam dan bertani di lingkungan pesantren. (POMOSDA FOR JAWA POS)

Bahkan, pemasarannya sudah sampai seluruh Indonesia. Mayoritas jaringan distribusi mengandalkan alumni dan wali santri. Pesantren itu pun memiliki minimarket dan kafe untuk tempat menjual produk mereka.

Kiai Tanjung mengungkapkan, awalnya kegiatan bercocok tanam di Pomosda hanya dilakukan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi santri. Setelah kebutuhan di dalam pondok surplus, barulah mereka berani memasarkannya ke masyarakat. ”Awal 2000-an mulai dipasarkan ke luar dan menggunakan berbagai kemasan mulai 2005,” jelasnya.

Baca juga:

Kiai Tanjung menyatakan, di Pomosda, bercocok tanam bukan hanya kegiatan belajar wirausaha. Lebih dari itu, bercocok tanam merupakan bagian dari aktualisasi santri pada perintah agama. ”Bercocok tanam kan ada di Alquran. Jadi, ini tidak hanya belajar wirausaha. Ini juga ubudiah kita kepada Allah,” tutur Kiai Tanjung.

 

Saksikan video menarik berikut ini:

 

Editor : Ilham Safutra

Reporter : irr/c14/oni



Close Ads