alexametrics

Polemik POP Kemendikbud, KPK Tidak Hadir Menjadi Watch Dog

29 Juli 2020, 17:07:53 WIB

JawaPos.com – Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Nurul Ghufron mengatakan, pihaknya masih dalam tahap pengkajian terkait polemik Program Organisasi Penggerak (POP) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Lembaga antirasuah saat ini masih melakukan pemantauan POP.

Menurutnya, KPK dapat mencegah terjadinya tindak pidana korupsi terkait penyaluran dana kepada para organisasi masyarakat (ormas) yang telah lolos. “KPK saat ini hadir tidak menjadi watch dog, tau ya, watch dog misalnya anjing keluar, nunggu tikusnya keluar. Kalau sudah tikus keluar dikejar oleh anjing ditangkap,” ujar dia dalam webinar Mengukur Integritas POP Kemendikbud, Rabu (29/7).

Kata dia, masuknya pihaknya ke dalam kegiatan ini adalah untuk menimbang apalah proses yang dilaksanakan untuk mencapai tujuan itu sejalur atau berkesesuaian untuk mencapai tujuan atau tidak. “Kemudian, bicara tentang prasyarat, bicara tentang kelengkapan proposal, siapa yang memasukkan, proposal seperti apa dan kemudian tim penilai juga perlu kami kaji lebih dalam,” tutur dia.

Untuk memastikan itu, KPK berkomitmen untuk hadir dalam menjaga efektivitas, di mana tujuan POP yang sebenarnya baik ini sesuai dengan aoa diharapkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim, yaitu peningkatan kualitas guru dan murid.

“KPK ingin memastikan supaya apa supaya program-program tersebut POP, program yang sangat dahsyat ini, mumpung (POP) belum terlaksana (diperiksa terlebih dahulu),” tutupnya.

Editor : Bintang Pradewo

Reporter : Saifan Zaking



Close Ads