alexametrics

Jika Ada Kasus Covid-19 di Sekolah: Tutup, Disinfeksi, dan Lacak

28 September 2021, 23:01:55 WIB

JawaPos.com – Meski sebagian sekolah sudah memberlakukan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas, namun para peserta didik dan tenaga pengajar harus tetap disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan. Jangan sampai di sekolah timbul klaster dan penularan Covid-19.

Juru Bicara Pemerintah untuk Covid-19 Prof Wiku Adisasmito menilai ditemukannya berbagai kasus positif Covid-19 pada peserta didik di berbagai daerah, harus dijadikan pelajaran penting bagi daerah lain. Sehingga kasus serupa tidak terulang dan PTM dapat dijalankan dengan aman sehingga penularan Covid-19 dapat dicegah.

“Oleh karena itu jika ada kasus positif, maka segera lakukan penutupan sekolah untuk segera dilakukan disinfeksi, pelacakan, dan testing kontak erat,” kata Prof Wiku dalam keterangan virtual baru-baru ini.

Selain itu, Prof Wiku mengatakan sekolah harus melakukan evaluasi penerapan pembatasan. Khususnya terkait penerapan protokol kesehatan seperti skrining kesehatan, pengaturan kapasitas dan jarak antar siswa di sekola sehingga tidak terjadi kenaikan kasus yang signifikan.

“Sekecil apapun angka kasus yang ada jika tidak ditindaklanjuti dengan baik dengan tracing maupun treatment yang tepat maka akan memperluas penularan,” tegasnya.

Tak hanya itu, menurutnya orang tua dan guru harus waspada atas peluang penularan di rumah, perjalanan maupun saat kegiatan belajar mengajar berlangsung. Dan pastikan siswa dan tenaga pengajar secara disiplin mematuhi protokol kesehatan saat mengikuti kegiatan belajar mengajar.

Menurut data Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Riset dan Teknologi per 23 September, dari 47.033 sekolah yang disurvei, hanya 2,77 persen sekolah yang menimbulkan kluster kasus selama pembelajaran tatap muka dilakukan.
Karenanya, kata dia, melihat kasus nasional yang cenderung terkendali saat ini patut diapresiasi seluruh elemen yang mendukung kegiatan belajar mengajar tatap muka.

“Baik pemerintah daerah setempat, tenaga pengajar, orang tua murid serta peserta didik yang telah bekerjasama sebaik mungkin menjalankan pedoman pelaksanaan PTM,” kata Prof Wiku.

Editor : Edy Pramana

Reporter : ARM, Marieska Harya Virdhani




Close Ads