alexametrics

Pandemi Berdampak Pada Mental, 15 Ribu Siswa Diberi Edukasi Kesehatan

28 Juli 2022, 17:06:00 WIB

JawaPos.com – Edukasi kesehatan kepada para siswa sekolah terus digencarkan. Melalui cara ini, diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat, terutama kelompok anak. Kali ini, Kao Indonesia menjalin kerja sama dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI untuk meningkatkan edukasi kepada anak. Program ini merupakan kelanjutan kolaborasi dalam Kemitraan Pentahelix sebagai upaya pembudayaan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS).

Direktur Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Kemenkes RI Imran Agus Nurali mengatakan menyambut baik pembudayaan GERMAS yang dilakukan secara berkelanjutan. Melalui Kampanye Anak KAO ini diharapkan dapat mendorong terwujudnya perilaku hidup bersih dan sehat di lingkup sekolah, mulai dari siswa-siswi, guru hingga masyarakat sekolah dan juga orang tua.

“Selain itu, edukasi terkait dengan peningkatan kesehatan mental dan jiwa bagi kelompok usia anak dan remaja juga penting dan menjadi tambahan poin dalam edukasi yang akan diselenggarakan nanti. Sehingga siswa sehat fisik, sehat jiwa, dan prestasi anak bangsa pun meningkat,” kata Imran, Kamis (28/7).

Imran mengatakan, perubahan rutinitas sehari-hari akibat pandemi juga berdampak terhadap kesehatan mental dan emosional anak. Hampir separuh rumah tangga melaporkan anak mengalami tantangan perilaku, seperti sulit berkonsentrasi (45 persen), mudah marah (13 persen), dan sulit tidur (6,5 persen). Oleh karena itu, topik terkait dengan kesehatan mental dan jiwa terutama pada usia anak dan remaja menjadi salah satu perhatian penting untuk peningkatan ketahanan psikososial.

“Menjaga kesehatan jiwa penting agar mampu mengelola perasaan, memaksmalkan potensi diri dan menghadapi berbagai kondisi kehidupan sehingga bisa lebih sehat, bahagia kreatif dan semangat mencapai tujuan,” jelasnya.

VP Marketing PT Kao Indonesia Susilowati menambahkan, Program Anak KAO sudah berlangsung sejak tahun 2016. Sampai saat ini program tersebut telah mengedukasi lebih dari 15.000 anak usia sekolah dasar dan menengah pertama. Pada 2022 ini, diharapkan dapat menjangkau tambahan 10.000 anak Indonesia lainnya yang berada di 5 Provinsi Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengan dan Jawa Timur.

Editor : Dinarsa Kurniawan

Reporter : Sabik Aji Taufan

Saksikan video menarik berikut ini: