alexametrics

Sederet Pengalaman Rektor Asing Pertama di Indonesia asal Korsel

Bantu Korsel Menata Keuangan saat Krisis 1997
27 Agustus 2019, 11:53:30 WIB

JawaPos.com – Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir mengumumkan rektor asing pertama di Indonesia, Jang Youn Cho. Profesor asal Korea Selatan (Korsel) itu akan memimpin Universitas Siber Asia.

Nasir memperkenalkan Cho di hadapan para rektor perguruan tinggi negeri/swasta, peneliti, serta dosen yang hadir dalam pembukaan kegiatan ilmiah Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) di Grand Inna Beach Hotel, Bali, kemarin (26/8). Cho pernah menjabat wakil presiden Hankuk University periode 2014-2017. Sekaligus menjadi rektor Cyber Hankuk University of Foreign Studies pada periode yang sama.

“Rektor asing harus pernah memimpin perguruan tinggi. Cho mempunyai pengalaman memimpin Hankuk University dan sekarang dia menjadi rektor di Universitas Siber Asia,” ujar Nasir.

Cho adalah profesor bidang akuntansi. Pengalaman akademisnya kebanyakan didapat dari Amerika Serikat. Dia meraih gelar PhD di University of Florida pada 1983. Kemudian, menjadi asisten profesor hingga menyandang gelar profesor dari Nebraska-Lincoln University pada 1997.

Saat krisis keuangan melanda Asia pada 1997, Cho memutuskan untuk kembali ke Korsel. Dia membantu pemerintah menata administrasi keuangan dan bisnis negara. Dua tahun berselang, Cho menjadi wakil ketua Dewan Standar Akuntansi Korsel.

Pengalaman kepemimpinan di kampus baru dimulai pada 2006. Dia menjabat dekan Sekolah Tinggi dan Pascasarjana Bisnis Hankuk University selama empat tahun.

Cho menuturkan, visinya adalah berfokus meningkatkan kualitas pendidikan tinggi di lima bidang. Yakni, manajemen, akuntansi dan perpajakan, komunikasi, sistem informasi, serta teknologi. ”Karena Industri 4.0 bukan hanya teknologi. Banyak aspek. Semua harus terintegrasi dalam big data,” jelas pria 66 tahun itu.

Pada acara itu pula, Yayasan Memajukan Ilmu dan Kebudayaan (YMIK) menerima izin prinsip pendirian Universitas Siber Asia dari Menristekdikti M. Nasir. Universitas Siber Asia, tutur Ketua Pengurus YMIK Ramlan Siregar, merupakan universitas swasta berbasis full online learning pertama di Indonesia.

Di sisi lain, guru besar ilmu hukum Universitas Indonesia Hikmahanto Juwana menyatakan, Universitas Siber Asia berada di bawah naungan YMIK. Artinya, saat ini kampus tersebut belum menerima mahasiswa.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : han/c5/ttg



Close Ads