alexametrics

Dukung Pembelajaran, Mobil PJJ dan Vaksinasi Dikirim ke Wilayah 3 T

26 September 2021, 17:52:15 WIB

JawaPos.com – Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi (Ditjen Diktiristek) Kemendikbudristek telah menyiapkan Mobil Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) Kampus Merdeka dan Mobil Vaksinasi. Kedua produk inovasi ini sebagai solusi nyata atas kebutuhan akses internet untuk pendidikan di daerah 3T (tertinggal, terdepan dan terluar).

Diharapkan dengan adanya ini, mahasiswa di daerah tersebut dapat belajar secara daring dan luring dengan lancar. Rencananya, mobil ini akan segera diluncurkan ke daerah 3T dalam waktu dekat setelah melalui tahap uji coba.

Sesditjen Diktiristek Paristiyanti Nurwardani menyampaikan, langkah ini bertujuan untuk meminimalisir loss learning yang ada, dimana terdapat 124 ribu mahasiswa di Indonesia yang tinggal di daerah 3T dan tidak pernah tersentuh jaringan internet. Mereka telah terdampak sejak awal PJJ dilakukan.

“Pembelajaran daring tidak memungkinkan untuk mahasiswa di daerah 3T, karena akses internet terbatas dan kebanyakan tidak memiliki gadget,” ungkap dia dalam keterangannya, Minggu (26/9).

Mobil PJJ ini nantinya akan terintegrasi dengan Klinik Sistem Pembelajaran Daring Pendidikan Tinggi (Klinik SPADA). Klinik SPADA ini akan membawa VSAT sekaligus menjadi tempat pembelajaran daring dengan berkeliling daerah 3T tersebut.

Mobil PJJ ini nantinya juga akan dilengkapi dengan layanan vaksinasi keliling untuk tenaga pendidik (tendik) dan mahasiswa. Layanan Mobil PJJ Kampus Merdeka ini difokuskan di daerah 3T yang sama sekali tidak terjangkau jaringan internet fiber optik.

Paris menyebut terdapat sekitar 68 perguruan tinggi yang berada di daerah 3T, di antaranya di Nusa Tenggara Timur (NTT), Maluku Utara, Papua, dan daerah yang berbatasan langsung dengan negara tetangga. Dengan total 13 unit mobil, 10 mobil akan dikirimkan ke tiga provinsi yaitu NTT, Maluku Utara, dan Papua.

“Kita betul-betul akan fokus memfasilitasi untuk meningkatkan kualitas pendidikan tinggi, sekolah menengah dan pendidikan dasar agar difasilitasi sebagian oleh mobil Kampus Merdeka,” ucap Paris.

Tak hanya itu, berbagai upaya juga dilakukan dengan melibatkan perguruan tinggi negeri dan swasta untuk mengatasi ketertinggalan di daerah 3T. Seperti ADA DIKTI (Anjungan Daring Pendidikan Tinggi), yang sudah dipasang di NTT, Maluku Utara, dan Papua. ADA DIKTI ini berupa mini base transceiver station (BTS) untuk menangkap sinyal yang lemah untuk diperkuat agar internet tersedia di daerah 3T tadi.

Setelah mini BTS di daerah-daerah tersebut berdiri, pihaknya pun mengadakan tablet DIKTI EDU, yakni tablet terjangkau berisi modul pembelajaran dari mata kuliah dari semester 1 sampai 8 sesuai dengan program studi di daerah tersebut.

Editor : Kuswandi

Reporter : Saifan Zaking

Saksikan video menarik berikut ini:




Close Ads