alexametrics

Separo Dana BOS Bisa untuk Gaji Guru dan Tendik Honorer

Usulan Formasi PPPK di Bawah Kuota Disorot
25 November 2021, 13:03:44 WIB

JawaPos.com – Kementerian Agama (Kemenag) memberikan kado khusus untuk menyambut Hari Guru Nasional (HGN). Kini separo dana bantuan operasional sekolah (BOS) bisa digunakan untuk gaji guru dan tenaga kependidikan (tendik) honorer.

Hal itu tertulis dalam petunjuk teknis (juknis) pengelolaan dana BOS tahun anggaran 2021. Dalam aturan yang berlaku tahun ini, penggunaan dana BOS untuk guru dan tendik di Kemenag maksimal hanya 30 persen. Di dalam aturan juknis penggunaan dana BOS 2022, alokasi untuk guru dan tendik maksimal 50 persen. Penghitungan persentase itu dilihat dari total anggaran dana BOS yang diterima sekolah.

Sementara itu, nominal dana BOS yang dikucurkan tidak berubah.

Di jenjang pendidikan raudhatul athfal atau pendidikan anak usia dini (PAUD), dana BOS ditetapkan Rp 600 ribu/siswa/tahun. Kemudian, jenjang madrasah ibtidaiyah (MI) Rp 900 ribu/siswa/tahun, madrasah tsanawiyah (MTs) Rp 1,1 juta/siswa/tahun, dan madrasah aliyah (MA) Rp 1,5 juta/siswa/tahun.

Kemenag menetapkan pengelolaan dana BOS sesuai dengan prinsip fleksibilitas, efektivitas, efisiensi, akuntabilitas, dan transparansi. Penggunaan dana BOS dan dana bantuan operasional pendidikan (BOP) harus dipertanggungjawabkan secara logis serta mengakomodasi aspirasi seluruh pemangku kebijakan.

Dirjen Pendidikan Islam (Pendis) Kemenag M. Ali Ramdhani mengatakan, ketentuan penggunaan dana BOS dan BOP bagi guru dan tendik honorer itu berlaku untuk madrasah negeri maupun swasta. ”Ketentuan yang baru, sebesar 50 persen dari total dana BOP atau BOS yang diterima dalam satu tahun (untuk guru dan tendik honorer, Red),” kata dia, Rabu (24/11).

Dengan bertambahnya alokasi dana BOS untuk membayar gaji guru dan tendik honorer, diharapkan mereka bisa mendapatkan gaji rutin sesuai dengan upah minimum daerah setempat. Tetapi, jika tidak mencukupi, gaji bisa di bawah upah minimum yang berlaku. Khusus untuk madrasah swasta, mereka diharapkan bisa mempertimbangkan sumber keuangan lain guna membayar gaji guru dan tendik.

Editor : Edy Pramana

Reporter : (wan/mia/c19/oni)




Close Ads