alexametrics

Prodi Doktor Ilmu Pendidikan Bahasa Indonesia Pertama di Ibu Kota

24 November 2021, 06:37:24 WIB

JawaPos.com – Universitas Muhammadiyah Prof DR Hamka (Uhamka) berhasil mengantongi izin penyelenggaraan program studi (prodi) baru. Yaitu prodi doktor (S3) Ilmu Pendidikan Bahasa Indonesia. Menariknya prodi itu baru pertama kalinya tersedia di wilayah Provinsi DKI Jakarta.

Izin penyelenggaraan prodi doktor Pendidikan Bahasa Indonesia dinyatakan melalui Surat Keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek). Surat keputusan bernomor 494/E/O/2021 itu diserahkan langsung oleh Ketua Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LL-Dikti) Wilayah II Agus Setyo budi kepada Rektor Uhamka Gunawan Suryoputro.

Dalam arahannya, Agus Setyo Budi menyampaikan dengan adanya prodi doktor Pendidikan Bahasa Indonesia itu, membantu LL-Dikti Wilayah III untuk memenuhi indikator kinerja utama mereka. ’’Selain itu juga menjadi semangat bersama untuk terus berlomba-lomba dalam kebaikan,’’ jelasnya di Jakarta, Senin (22/11).

Rektor Uhamka Gunawan Suryoputro menuturkan bersyukur atas keluarnya surat keputusan prodi tersebut. ’’Sudah lama kami menunggu kabar baik ini dan kebetulan bertepatan dengan Milad Uhamka ke-64,’’ katanya. Gunawan mengatakan prodi baru itu semakin istimewa dan spesial karena pertama di wilayah DKI Jakarta.

Dia mengatakan akan menjalankan amanah pembukaan prodi baru itu sebaik-baiknya. Selain itu akan terus menjaga mutu pendidikan. Sehingga bisa menghasilkan lulusan yang memiliki kecerdasan spiritual, intelektual, emosional, dan sosial.

Selain itu Gunawan mengatakan dibukanya prodi doktor Pendidikan Bahasa Indonesia bisa berkontribusi pada fenomena jumlah doktor yang masih sedikit. Bahkan untuk kalangan dosen yang sudah bergelar doktor atau S3 juga masih belum banyak. Dia mengatakan ada target 21 persen dosen atau sekitar 58 ribu dosen yang bergelar doktor. Khusus untuk dosen bergelar doktor ilmu Pendidikan Bahasa Indonesia juga masih sedikit. Hilmi Setiawan. (*)

Editor : Dinarsa Kurniawan

Reporter : Hilmi Setiawan




Close Ads