alexametrics

Angkatan Saya Berkali-kali Jadi Percobaan

Oleh Zakaria Kusnanda*
24 Oktober 2018, 17:31:04 WIB

JawaPos.com – Begitu naik ke kelas XII, seluruh energi saya dan teman-teman seangkatan tercurah untuk persiapan ujian, ujian, ujian. Begitu tahun pelajaran baru, dimulai dengan memilih lembaga bimbingan belajar atau belajar sendiri atau privat. Atau, malah tiga-tiganya.

Sekolah dan lembaga bimbingan belajar yang saya ikuti sudah menjadwalkan pengayaan.

Juga, beberapa sesi tryout yang wajib diikuti.

Kegiatan-kegiatan kurang penting mesti dihentikan. Termasuk OSIS dan macam-macam kegiatan ekstrakurikuler. Semua dilimpahkan ke adik kelas.

Tapi, saya meminta kepada orang tua untuk diberi sedikit kelonggaran. Misalnya, akhir pekan minta diizinkan main game, nonton, atau 3-4 teman menginap di rumah. Biar nggak sumpek.

Membaca artikel Ujian Dahulu, setelah Itu Melamar ke PTN di harian ini edisi kemarin (23/10) dan berita-berita serupa di media online membuat kelas langsung ramai. Sesuai dengan yang diberitakan, ada perbedaan antara SBMPTN selama ini dan SBMPTN tahun depan. Pada SBM PTN selama ini, pelamar mendaftar prodi sekaligus menjalani ujian tulis berbasis kertas atau komputer.

Mulai tahun depan pelamar harus mengikuti ujian tulis berbasis komputer (UTBK) lebih dahulu. Panitia menyiapkan 12 kali pelaksanaan UTBK sepanjang 2019. Di tiap pelaksanaan ada dua sesi.

Seluruhnya menggunakan komputer. Pelamar nanti harus mengikuti UTBK tersebut. Setelah mengikuti ujian, nilainya keluar.

Kemudian, ketika pendaftaran SBMPTN dibuka, pelamar tersebut tinggal memilih kampus mana sesuai dengan hasil UTBK yang dia dapat. Pelamar diperbolehkan mengikuti UTBK maksimal dua kali. Untuk antisipasi jika nilai UTBK yang pertama dirasa kurang maksimal. Biaya untuk mengikuti satu kali UTBK adalah Rp 200 ribu.

Semua ngomongin sistem baru ini. Teman-teman mengaku bingung. Saya awalnya cuma mendengarkan omongan mereka. Tapi, akhirnya saya juga ikut bingung harus bagaimana. Ini harus menyiapkan yang mana dulu? UNBK (ujian nasional berbasis komputer) atau ujian untuk bisa kuliah di kampus idaman?

Guru-guru belum memberikan pengarahan apa-apa tentang hal ini. Mungkin karena memang masih baru. Lembaga bimbingan belajar yang saya ikuti juga belum memberi tahu persiapan untuk tes tersebut.

Angkatan saya berkali-kali jadi percobaan. Dulu, sewaktu SMP kelas VII, kamilah yang mengawali K-13 (Kurikulum 2013). Kemudian, dalam seleksi masuk SMP khusus Surabaya, ada TPA (tes potensi akademik).

Selain itu, kamilah yang pertama mengikuti unas pakai komputer menjelang lulus SMP. Kami juga merasakan peralihan pengelolaan SMA dari Kota Surabaya ke Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Yang paling baru, cara seleksi masuk perguruan tinggi juga berubah. Ya udah lah, namanya ujian, ya dikerjakan saja. 

*) Pelajar Kelas XII SMA di Surabaya

Editor : Ilham Safutra

Reporter : (Disarikan dari wawancara oleh wartawan Jawa Pos Anda Marzudinta)



Close Ads
Angkatan Saya Berkali-kali Jadi Percobaan