alexametrics

Manajemen Talenta Nasional, Wadah Baru Anak Berbakat dan Berprestasi

24 Juli 2020, 19:35:43 WIB

JawaPos.com – Dalam rangka Hari Anak Nasional (HAN) 2020 Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko memperkenalkan Manajemen Talenta Nasional (MTN). Dia mengatakan MTN merupakan wadah yang disiapkan pemerintah untuk anak-anak berbakat dan berprestasi.

Saat memperkenalkan MTN tersebut, Moeldoko mengundang lima anak berprestasi tingkat internasional. Mereka adalah Muhammad Ilham Alfarisi, Michelle Aurelia Yudianto, Muhamad Arya Bimasena, dan Nisrina Fathiyya Nugraha. Ilham, misalnya, ia baru saja menang lomba matematika internasional yang diikuti 6 juta peserta.

Lebih lanjut Moeldoko menuturkan keberadaan MTN itu bertujuan untuk meningkatkan sumber daya (SDM) Indonesia di kancah global. Dengan adanya MTN tersebut, anak-anak bisa terus berkembang sesuai bakatnya. Menurut dia selama ini banyak anak berbakat dan berprestasi, tetapi dimanfaatkan negara lain. Dengan adanya MTN akan dibuat basis data tentang anak yang unggul di bidang masing-masing.

Di antara siswa yang diundang Moeldoko adalah Muhammad Ilham Alfarisi, siswa Cahaya Rancamaya Islamic Boarding School Bogor. Direktur Pendidikan Cahaya Rancamaya Islamic Boarding School Ari Rosandi menuturkan Ilham adalah siswa berprestasi di bidang matematika. ’’Matematika bisa disebut salah satu pelajaran yang cukup sulit bagi sebagian anak-anak,’’ katanya saat diwawancara Jumat (24/7).

Namun Ari mengatakan, bagi Ilham matematika menjadi tantangan yang selalu dicoba untuk ditaklukan atau dipecahkan. ’’Dia juga sudah terbiasa memecahkan soal berhitung sejak kecil,’’ tutur Ari. Selain itu Ilham juga mendapatkan dukungan dari kedua orang tuanya. Oleh kedua orang tuanya Ilham dimasukkan ke kelas khusus pelatihan olimpiade di Klinik Pendidikan MIPA (KPM).

Di klinik itu kemampuan Ilham terus diasah oleh para mentor sejak usia sekolah dasar (SD). Lalu saat naik ke jenjang SMP, Ilham dimasukkan ke Cahaya Rancamaya Islamic Boarding School Bogor yang memiliki program pembinaan olimpiade.

Di jenjang SMP Ilham kerap mengikuti Olympiad training camp. Program ini memberikan pelatihan, simulasi, dan pembinaan mental kepada para siswa calon juara olimpiade. Selain didampingi oleh mentor dari sekolah, di kelas khusus pelatihan olimpiade para siswa juga didampingi konsultan pendidikan Eduversal.

Ari menjelaskan Ilham yang kini baru menginjak usia 14 tahun, sudah mengoleksi berbagai piala, medali, sertifikat, dan penghargaan. Kompetisi yang baru saja dia ikuti adalah International Kangaroo Mathematics Contest (IKMC). Pada ajang internasional itu, Ilham berhasil meraih medali emas. Ari menjelaskan IKMC adalah kompetisi matematika terbesar di dunia.

’’Diikuti lebih dari enam juta peserta dari 75 negara,’’ katanya. Kompetisinya digelar secara online pada 16 Juni lalu. Menurut Ari, dalam kompetisi itu Ilham mengakui tidak terlalu mengalami banyak kesulitan dalam mengerjakan soal. Sebab dia sudah melakukan sejumlah persiapan serta segudang pengalaman sebelumnya.

Editor : Bintang Pradewo

Reporter : Hilmi Setiawan




Close Ads