alexametrics

KPAI Minta Anggaran UN Dialihkan untuk Pencegahan Korona di Sekolah

24 Maret 2020, 18:18:37 WIB

JawaPos.com – Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mendukung keputusan pemerintah dan Komisi X DPRI RI untuk meniadakan Ujian Nasional (UN) tahun 2020 ditengah mewabahnya virus korona atau Covid-19. Pasalnya, keputusan ini adalah upaya untuk melindungi anak-anak dan para guru dari penyebaran virus yang berasal dari Kota Wuhan, Tiongkok.

“Tentu saja ini kebijakan yang perlu diapresiasi karena sejalan dengan kepentingan terbaik bagi anak,” kata Komisioner KPAI Bidang Pendidikan, Retno Listyarti dalam keterangannya, Selasa (24/3).

KPAI, lanjut Listyarti, mengharapkan pemerintah benar-benar meniadakan bukan menggantikan dengan bentuk tes online yang dapat dikerjakan di rumah. Dia pun memandang, meniadakan UN bukan masalah, karena UN sudah tidak menentukan kelulusan dan tidak lagi dijadikan penentu masuk ke jenjang yang lebih tinggi.

KPAI pun mendorong pengalihan biaya UN dapat dialihkan pada upaya perlindungan sekolah dari Covid-19 melalui program penyemprotan disinfektan sekolah secara berkala, pengadaaan alat pengukur suhu badan dan sabun pencuci tangan. “Ini sebagai upaya melindungi warga sekolah jika sekolah kembali diaktifkan,” tegasnya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memutuskan meniadakan ujian nasional (UN) untuk tahun 2020 yang sebelumnya sudah ada kesepakatan UN mulai dihapus pada 2021. Keputusan ini sebagai bagian dari sistem respon wabah Covid-19 yang salah satunya adalah pengutamaan keselamatan kesehatan rakyat.

“Seperti yang telah disampaikan bahwa sistem respon Covid-19 harus menyelamatkan kesehatan rakyat, daya tahan sosial dan dunia usaha,” kata Juru Bicara Presiden, Fadjroel Rachman dalam keterangannya, Selasa (24/3).

Fadjroel menyampaikan, peniadaan UN menjadi penerapan kebijakan pembatasan sosial atau social distancing untuk memotong rantai penyebaran virus korona atau Covid-19. Hal ini telah disampaikan Presiden Jokowi dalam rapat terbatas mengenai pembahasan Ujian Nasional, melalui video conference.

“Ujian Nasional ditiadakan untuk tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) atau setingkat Madrasah Aliyah (MA), Sekolah Menengah Pertama (SMP) atau setingkat Madrasah Tsnawiyah (MTs), dan Sekolah Dasar (SD) atau setingkat Madrasah Ibtidaiyah (MI),” tukas Fadjroel.

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Bintang Pradewo

Reporter : Muhammad Ridwan


Close Ads