alexametrics

FSGI Minta Anggaran UN Ratusan Miliar Buat Penanganan COVID-19

24 Maret 2020, 16:14:39 WIB

JawaPos.com – Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) menilai Ujian Nasional atau UN untuk siswa SD hingga SMA sudah tidak relevan lagi. Sehingga keputusan meniadakan UN 2020 oleh pemerintah dinilai tepat.

Terkait dengan ditiadakannya UN tahun ini, Wakil Sekjen FSGI Satriwan Salim menyatakan, anggaran UN yang ratusan miliar bisa dialokasikan untuk kebutuhan yang lebih mendesak saat ini. Misalnya, saat ini pemerintah Indonesia sedang berjuang untuk menangani peredaran wabah virus korona baru atau COVID-19 dan dirasa anggaran UN bisa dialokasikan ke sana.

“Kita tahu anggaran pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) selama ini masih cukup besar, ratusan miliar. Dengan ditiadakannya UN 2020, alokasi anggarannya bisa dialihkan untuk membantu penanganan penyebaran COVID-19,” ujar Salim dalam keterangan tertulisnya kepada JawaPos.com, Selasa (24/3).

Salim lebih jauh menilai, hal tersebut bisa lebih bermanfaat. “Ini lebih bermanfaat, ketimbang dana dipakai untuk pelaksanaan UN yang juga tak ada manfaatnya lagi bagi anak-anak kita,” imbuhnya.

Sebelumnya, FSGI terkait dengan ditiadakannya UN tahun ini juga mengapresiasi dan mendukung langkah pemerintah. Menurut FSGI, hal ini bisa menjadi langkah strategis di waktu dan kondisi yang tepat dan darurat dan menjadi pilihan yang baik demi kesehatan, keselamatan para siswa dan guru, serta mencegah penyebaran COVID-19.

Lagipula bagi FSGI, kedudukan, tujuan, dan fungsi UN dikatakan sudah tidak ada lagi atau sudah tak relevan. Apalagi di tingkat SMA atau Madrasah Aliyah (MA), UN SMA tak bermanfaat secara praktis untuk masuk ke jenjang berikutnya, PTN. Sebab masuk PTN bukan dengan nilai hasil UN, melainkan melalui Undangan (Nilai Raport) dan Tes UTBK.

Kedudukan, tujuan, dan fungsi UN untuk tingkat SD-SMP juga tak terlalu relevan lagi. Sebab masuk SMP dan SMA saat ini (sudah 3 tahun jalan) melalui mekanisme PPDB Zonasi, yang memiliki 3 jalur, jarak rumah (zona), prestasi siswa (Akademik, non akademik) dan perpindahan orang tua termasuk afirmasi.

FSGI juga menilai, terkhusus untuk SMA atau MA, ditiadakannya UN 2020 ini justru sangat bermanfaat besar. Sebab energi siswa, guru, dan orang tua akan lebih fokus kepada persiapan tes UTBK atau Seleksi Mandiri PTN. Para siswa akan fokus belajar menyiapkan itu semua.

“Catatannya adalah jangan sampai UN 2020 ditiadakan, tetapi pemerintah tetap membuat penilaian Ujian Sekolah Online (Daring) misalnya saja. Semoga ini tidak terjadi. Sama saja akan mempersulit siswa, guru, dan orang tua dari aspek persiapan teknis, kesiapan SDM Guru dan tenaga teknis lain, kesiapan infrastruktur mengingat Indonesia sangat luas dengan geografis yg unik. Apalagi di tengah kondisi bencana nasional seperti sekarang,” tegas Salim.

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Bintang Pradewo

Reporter : Rian Alfianto


Close Ads