alexametrics

Kuliah D-2 Hanya 1,5 Tahun

Jalur Fast Track Dimulai Agustus 2022
23 November 2021, 23:43:23 WIB

JawaPos.com – Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) menyiapkan gebrakan terbaru. Mulai tahun depan, program diploma dua (D-2) bisa ditempuh hanya dalam waktu 1,5 tahun.

Direktur Jenderal (Dirjen) Pendidikan Vokasi Wikan Sakarinto mengungkapkan, program tersebut akan dimulai dari jenjang sekolah menengah kejuruan (SMK) dengan melibatkan pihak perguruan tinggi dan industri. Sehingga kurikulum di SMK sampai urusan pengajar di kelas akan melibatkan tiga unsur itu. ”Jadi, ini pernikahan segitiga, link and match SMK, politeknik, dan industri,” ujarnya saat membuka bimbingan teknis dan penyelenggaraan program diploma dua jalur cepat (fast track) bekerja sama dengan SMK dan industri di Bekasi kemarin (22/11).

Siswa disiapkan sejak duduk di kelas X dengan menggunakan kurikulum bersama. Tapi, tidak semua bisa masuk dalam program D-2 fast track ini. Mereka wajib mengikuti seleksi ketika sudah berada di kelas XII. Hal tersebut berkaitan dengan daya tampung yang dimiliki tiap-tiap jurusan di politeknik yang bekerja sama. Ada banyak prodi yang bisa dipilih. Misalnya manufacturing, elektronika, serta makanan dan minuman.

Wikan menjelaskan, bagi yang lolos seleksi, setelah lulus SMK, mereka langsung masuk ke semester I di politeknik yang dituju. Tak perlu mengikuti tes kembali saat pendaftaran mahasiswa baru. Lalu, pada semester II dan III, para siswa itu akan langsung diterjunkan ke dunia industri. Mereka akan menjalani magang sambil belajar. Pemagangan tersebut akan diganjar dengan 36 satuan kredit semester (SKS). Pulang magang, mereka tinggal menempuh ujian untuk kelulusan.

”Kenapa tidak dua tahun, tapi hanya 1,5 tahun? Karena satu semester sisanya atau sekitar 18 SKS itu kita lakukan RPL (rekognisi pembelajaran lampau, Red) dari capaian di SMK,” papar Wikan. RPL merupakan proses pengakuan atas pembelajaran seseorang yang dicapai sebelumnya. Baik melalui pendidikan formal, nonformal, informal, maupun pelatihan-pelatihan terkait dengan pekerjaannya maupun dilakukan secara otodidak melalui pengalaman kerja.

Saat ini pihak SMK, politeknik, dan industri tengah duduk bersama membuat formula tentang mata pelajaran apa saja yang harus dikuatkan sehingga bisa dimasukkan dalam RPL tersebut. Wikan mendorong agar dalam formula yang disusun, pembelajaran terkait soft skill bisa lebih dikuatkan. Mulai kemampuan bekerja sama, komunikasi, pemahaman akan instruksi, hingga soal komitmen kerja.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : mia/c9/oni




Close Ads