alexametrics

MS Di-DO dari Sekolah Usai Hujat Palestina, P2G Minta Nadiem Bersikap

23 Mei 2021, 20:57:37 WIB

JawaPos.com – Siswi asal Bengkulu berinisial MS (19) yang dikeluarkan dari sekolah setelah mengunggah video hujatan kepada Palestina di platform TikTok mendapat sorotan publik. Sebab, tindakan ini dirasa berlebihan.

Terkait hal itu, Koordinator Nasional Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) Satriwan Salim pun meminta agar Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) mengambil sikap agar kejadian serupa tidak terulang.

“Saya rasa Kemendikbud memiliki kewajiban untuk memberikan dorongan kepada dinas pendidikan untuk tidak serta merta memberhentikan anak ini, anak ini butuh pendampingan, Kita paham situasi sekarang ini dalam konteks isu internasional kita sedang berempati kepada penderitaan bangsa Palestina,” ujarnya kepada JawaPos.com, Minggu (23/5).

Kata berlebihan dirasa tepat untuk menggambarkan kasus ini. Semestinya, sekolah tidak langsung mengeluarkan MS, tetapi dilakukan pembinaan terlebih dahulu secara intensif.

“Ya mestinya kan sekolah membina, dinas pendidikan juga harus membina, jangan langsung dikeluarkan seperti ini. Nah makanya kami meminta kepada Kemendikbudristek untuk mendorong dinas pendidikan untuk wajib dilindungi hak-haknya,” tambahnya.

Baca Juga: Ada Pelecehan, Hotman Laporkan Tim Asesmen TWK KPK ke Komnas Perempuan

Baca Juga: Joe Biden Tegaskan Dukungan ke Israel, Muslim AS Boikot Gedung Putih

Rasanya Kemendikbudristek harus berkoordinasi dengan daerah-daerah supaya peristiwa ini tidak terjadi lagi ke depan. Jangan dengan mudahnya mengeluarkan siswa karena hal-hal yang sebenarnya itu bentuk ketidakoptimalan sekolah.

“Jadi jangan sampai sekolah dan dinas pendidikan mencari jalan pintas karena masyarakat, media sosial sudah menuntut anaknya harus dikeluarkan, maka desakan media atau desakan netizen tersebut akan membuat sekolah khawatir atau malu gitu misalnya sehingga di cari jalan pintas untuk mengeluarkan siswa,” tegasnya.

“Kalau Kemendikbud memang berpihak kepada anak sebagaimana selama ini yang selalu dijadikan jargon oleh Mas Menteri (Nadiem Makarim), mestinya peristiwa dikeluarkannya anak SMA dari sekolah ini tidak terjadi saat ini dan kedepannya nanti,” tandas Satriwan.

Editor : Dimas Ryandi

Reporter : Saifan Zaking

Saksikan video menarik berikut ini: