alexametrics

Kemenko PMK Minta Pembelajaran Tatap Muka Diawasi Lintas Sektor

22 November 2020, 16:18:02 WIB

JawaPos.com – Delapan bulan terakhir Indonesia berjuang menghadapi pandemi Covid-19 yang mengacaukan berbagai aspek kehidupan. Tidak hanya berdampak di bidang kesehatan, namun juga secara signifikan berdampak pada dunia pendidikan.

Dampak seperti kondisi mental siswa yang stres pun membayangi peserta didik Indonesia. Oleh karena itu, pemerintah melakukan penyesuaian Surat Keputusan Bersama (SKB) Empat Menteri yang memperbolehkan sekolah untuk mulai buka pada Januari 2021.

Deputi Bidang Koordinasi Peningakatan Kualitas Pendidikan dan Moderasi Beragama, Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) Agus Sartono mengatakan bahwa pihaknya mendukung hal ini.

“PJJ tidak bisa secara optimal mengembangkan kompetensi siswa. Di mana mereka hanya memperoleh unsur pengetahuan saja, sedangkan unsur perilaku dan kualitas pelajaran tidak dapat terpenuhi dengan baik,” ungkap dia, Minggu (22/11).

Oleh karenanya pemerintah menilai perlu menerbitkan kembali penyesuaian SKB Empat Menteri tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran pada Tahun Ajaran 2020/2021 di Masa Pandemi Covid-19.

Penyesuaian kebijakan dengan SKB Empat Menteri ini, kata Agus, menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dalam pemberian izin pembukaan satuan pendidikan.

Menurut Agus, pemerintah daerah sebagai pihak yang paling memahami kondisi daerahnya perlu diberikan kewenangan penuh untuk menentukan model pembelajaran yang dinilai paling sesuai.

“Kesuksesan implementasi SKB Empat Menteri ini tidak lepas dari komitmen kita bersama untuk terus bersinergi dan menjalin koordinasi yang harmonis, baik di tingkat pusat maupun daerah. Saya sangat mengharapkan dukungan dari pemerintah daerah untuk pelaksanaan SKB Empat Menteri ini dengan turut memberikan sosialisasi kepada satuan pendidikan yang ada di wilayahnya,” tandasnya.

Editor : Banu Adikara

Reporter : Saifan Zaking



Close Ads