alexametrics

Kemendikbud Harus Siapkan Rencana B dan C Soal Subsidi Kuota

22 September 2020, 10:39:38 WIB

JawaPos.com – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mulai menyalurkan bantuan subsidi kuota gratis kepada siswa, guru, mahasiswa, dan dosen. Hal tersebut akan terus dilakukan hingga Desember mendatang.

Menanggapi hal itu, Rektor Universitas Sebelas Maret (UNS) Jamal Wihoho menyampaikan bahwa Kemendikbud perlu memilki strategi lainnya untuk mengatasi permasalahan pembelajaran jarak jauh (PJJ), khususnya daring. Sebab, pandemi ini belum diketahui kapan bisa ditangani.

“Kemendikbud itu harus ada plan A, B, C. Plan A harapannya sampai Desember selesai, lalu plan B ditambah 4 bulan. Plan C tambah lagi 4 bulan. Di beberapa negara disampaikan, vaksin (Sinovac) itu kan baru (diproduksi) pertengahan 2021, kalau itu terjadi betul, harus ada plan A, B, C,” ungkap dia kepada wartawan, Selasa (22/9).

Semua harus ada pemetaan, kata dia. Tidak bisa menentukan dengan pasti kapan waktu anak mulai kembali bersekolah. “Kita nggak bisa memaksakan, Januari udah masuk lagi, kan ngga ada yang berani mengatakan seperti itu, kita harus melihat apakah zona itu merah atau kuning, bahkan yang hijau bisa kuning, (zona) itu kan dinamis,” tambahnya.

Untuk itu, dengan anggaran terbatas yang dimiliki negara, pemerintah dalam hal ini Kemendikbud harus memanfaatkan dana tersebut seefisien mungkin. Jangan memberikan bantuan terlalu besar ataupun terlalu kecil.

“Anggaran terbatas yang meminta makin banyak, sampai kapan belum bisa diketahui, kebutuhan yang dikeluarkan negara bukan cuma pulsa, ada untuk ekonomi dan kesehatan saja. Ngga boleh satu bidang saja,” ujarnya.

Para tenaga pendidikan pun juga diminta untuk lebih pintar dalam mengatur penggunaan kuota. Di mana kata dia, belajar daring bisa menggunakan dua metode, yaitu sinkronus yang menggunakan zoom atau asinkronus dengan memanfaatkan WhatsApp Group (WAG). (*)

Editor : Dinarsa Kurniawan

Reporter : Saifan Zaking



Close Ads