alexametrics

Kata Fadli Zon Soal Penyederhanaan Kurikulum yang Hapus Mapel Sejarah

22 September 2020, 11:32:59 WIB

JawaPos.com – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) saat ini tengah menyusun draf kurikulum baru. Dalam penyederhanaan, terlihat bahwa mata pelajaran sejarah pada jenjang SMK dihapuskan dan untuk SMA hanya sebagai pilihan.

Banyak pihak beranggapan, penyederhanaan ini dirasa terburu-buru. Bahkan, diisukan bahwa yang menginisiasi hal tersebut adalah Sampoerna Foundation.

Menanggapi hal itu, Anggota DPR Fraksi Gerindra Fadli Zon pun mengatakan bahwa jika kabar tersebut benar, ini adalah skandal yang besar untuk pendidikan nasional. Sebab, yang memiliki wewenang mengenai hal tersebut adalah Pusat Kurikulum dan Buku (Puskurbuk) Kemendikbud, namun perannya begitu minim.

Kalau pernyataan ini benar, bahwa inisiasi penyederhanaan kurikulum yang menghapus mapel sejarah datang dari Sampoerna Foundation, maka ini bisa dibilang sebuah skandal,” ungkapnya dalam akun Twitter resmi @fadlizon seperti yang dikutip JawaPos.com, Selasa (22/9).

Untuk itu, dia pun meminta kepada Kemendikbud untuk segera memberikan klarifikasi mengenai hal ini, sebelum semuanya tambah rumit. “Harus segera ada klarifikasi dari Mendikbud Nadiem @Kemendikbud_RI,” ujarnya.

Sebelumnya, Mantan Ketua Tim Pengembang K13 Said Hamid Hasan mengatakan dirinya mendapat informasi, penyesuaian kurikulum itu diinisiasi oleh Sampoerna Foundation.

“Pagi ini saya dapat informasi pemikirnya itu dari Sampoerna Foundation,” ungkap dia kepada wartawan, Senin (21/9).

Pihak yang berwenang, seperti Pusat Kurikulum dan Buku (Puskurbuk) Kemendikbud pun kata dia tidak terlalu dilibatkan dalam pembahasan penyederhanaan mapel. Puskurbuk lebih ke teknisnya.

Bahkan, lebih parahnya, Puskurbuk diminta untuk tidak terlalu banyak bicara mengenai hal ini. Semua yang terkait penyederhanaan kurikulum bersifat rahasia.

“Puskurbuk ada yang tahu, karena ada yang terlibat juga beberapa. Mereka juga mengatakan ini rahasia,” imbuhnya.

Editor : Banu Adikara

Reporter : Saifan Zaking



Close Ads