alexametrics

Sekolah Tatap Muka Bakal Dibuka Januari 2021, DPR Beri Dukungan

20 November 2020, 15:49:32 WIB

JawaPos.com – Melalui Surat Keputusan Bersama (SKB) Empat Menteri, sekolah akan kembali dibuka untuk pembelajaran tatap muka pada awal semester kedua atau Januari 2021. Hal itu pun mendapat dukungan dari DPR RI.

Ketua Komisi X DPR RI Syaiful Huda menuturkan, pembukaan sekolah tentunya juga harus disertai penerapan protokol kesehatan secara ketat demi meminimalkan adanya klaster di dalam sekolah.

“Kami mendukung pembukaan sekolah untuk pembelajaran tatap muka. Tetapi hal itu harus dilakukan dengan protokol kesehatan ketat karena saat ini penularan wabah Covid-19 masih terus berlangsung. Bahkan menunjukkan tren peningkatan dalam minggu-minggu terakhir ini,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (20/11).

Dia menjelaskan pembukaan sekolah tatap muka memang menjadi kebutuhan, utamanya di daerah-daerah. Hal ini terjadi karena pola pembelajaran jarak jauh (PJJ) tidak bisa berjalan efektif.

Minimnya sarana dan prasarana pendukung menjadi kendala para peserta didik, seperti tidak adanya gawai dan akses internet yang tidak merata. Padahal di satu sisi, para siswa harus tetap mendapatkan materi pembelajaran.

“Di beberapa daerah siswa selama pandemi Covid-19 benar-benar tidak bisa belajar karena sekolah ditutup,” terangnya.

Ancaman loss learning ini, kata Huda tidak bisa dianggap remeh. Menurutnya kondisi tersebut akan memunculkan efek domino di mana peserta didik akan kehilangan kompetensi sesuai usia mereka.

“Kondisi ini sesuai dengan laporan terbaru World Bank (WB) terkait dunia pendidikan Indonesia akan memunculkan ancaman loss learning atau kehilangan masa pembelajaran bagi sebagian besar peserta didik di Indonesia,” katanya.

Seperti diketahui, melalui penyesuaian Surat Keputusan Bersama (SKB) Empat Menteri, pembelajaran tatap muka akan kembali dilaksanakan pada Januari 2021. Hal itu disampaikan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim.

“Pemerintah pada hari ini melakukan penyesuaian kebijakan. Kebijakan ini berlaku mulai semester genap tahun ajaran 2020/2021, jadinya bulan Januari 2021,” jelas Nadiem dalam telekonferensi pers Pengumuman Penyelenggaraan Pembelajaran Semester Genap TA 2020/2021 di masa Pandemi Covid-19, Jumat (20/11).

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Edy Pramana

Reporter : Saifan Zaking



Close Ads