alexametrics

Vaksinasi Covid-19 Harus Dipercepat untuk Dukung PTM Terbatas

18 Oktober 2021, 23:33:10 WIB

JawaPos.com – Pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas sudah mulai dilaksanakan hampir di seluruh wilayah Indonesia. Pasalnya, situasi pembelajaran daring dapat memberikan dampak risiko learning loss yang pemulihannya bisa memakan waktu hingga 9 tahun.

Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) Iwan Syahril mengatakan, butuh waktu lama untuk memperbaiki kondisi tersebut.

“Untuk bisa memperbaiki kondisi saat ini dibutuhkan waktu lama dan diprediksi bisa sampai 9 tahun,” ungkap Iwan beberapa waktu lalu.

Hal ini terjadi karena peserta didik tidak memperoleh pembelajaran yang optimal yang berakibat pada kemunduran akademis dan non akademis. PTM terbatas dinilai dapat menekan risiko learning loss demi menjaga kualitas pembelajaran anak Indonesia.

Untuk melaksanakan PTM terbatas, seluruh warga pendidikan wajib untuk menerapkan protokol kesehatan 3M yakni memakai masker, mencuci tangan pakai sabun dan menjaga jarak. Semua guru dan tenaga kependidikan juga wajib sudah menyelesaikan vaksinasi Covid-19 dosis 2.

Persiapan PTM terbatas ini didorong di wilayah PPKM level 1-3 dengan tetap memprioritaskan keselamatan insan pendidikan, yang pelaksanaannya mengedepankan kehati-hatian dan protokol kesehatan yang ketat.

Meski begitu, sekolah harus memenuhi syarat SKB 4 Menteri tentang Pembelajaran di Tengah Pandemi untuk bisa menyelenggarakan PTM terbatas. Di sisi lain, pemerintah mendukung pelaksanaan PTM Terbatas dengan menggencarkan program vaksinasi bagi pelajar di daerah.

Vaksin dapat lindungi anak bangsa, jadi segera vaksin saat vaksinnya tersedia. Untuk informasi terkait Covid-19 kunjungi situs resmi Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional https://covid19.go.id dan https://s.id/infovaksin.

Editor : Edy Pramana

Reporter : ARM, Saifan Zaking




Close Ads