alexametrics

P2G Pertanyakan Kuota Gratis Kemendikbud yang Belum Masuk

18 Oktober 2020, 12:01:21 WIB

JawaPos.com – Terdapat 66,8 persen dari 1.000 responden survei nasional yang dilakukan Arus Survei Indonesia (ASI) belum mendapatkan bantuan kuota gratis Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Survei itu mengambil responden dari siswa, guru, mahasiswa, dan dosen.

Koordinator Perhimpunan untuk Pendidikan dan Guru (P2G) Satriwan Salim pun mengatakan bahwa kendalanya adalah masalah data itu sendiri. Di mana untuk murid, nomor handphone yang dicantumkan di Data Pokok Pendidikan (Dapodik) dan Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PD Dikti) tidak update.

“Kendalanya adalah saya rasa, kendalanya untuk siswa bisa jadi karena mereka berganti nomor sehingga nomor yang didaftarkan itu bukan nomor terbaru atau HP hilang atau rusak sehingga sebenarnya sudah dikirim oleh operator seluler, tapi karena itu maka tidak bisa digunakan,” jelasnya kepada JawaPos.com, Minggu (18/10).

Sedangkan untuk guru, kendalanya berbeda dengan murid. Menurut Satriwan, hal ini masih menjadi pertanyaan, kenapa ada yang sudah dan belum mendapatkan bantuan subsidi. Lebih lanjut, kata dia, pihak sekolah juga telah menginput surat pernyataan tanggung jawab mutlak (SPTJM). Jadi, secara logika seharusnya tidak ada kendala dalam pengirimannya.

“Kalau untuk guru kan ngga mungkin ganti nomor, ada yang sudah dan belum, padahal kami mendaftarkannya bareng. Lucunya gini, penandatanganan SPTJM oleh kepala sekolah berbarengan datanya, tapi kok masuknya bisa berbeda waktunya, padahal kertasnya sama,” ujarnya.

Terkait itu, guru yang membidangi mata pelajaran PPKn ini pun meminta agar ada penyederhanaan dalam pengisian SPTJM.

“Sepertinya kendalanya satu yg harus dibenahi itu adalah SPTJM yang mesti disederhanakan, tidak usah ribet. Itu yang terjadi sekarang dan itu yang harus dibenahi dan disederhanakan SPTJM-nya,” tutupnya.

Seperti diinformasikan, dari survei ASI, 66,8 persen publik mengaku tidak mendapatkan program bantuan internet gratis. Kemudian, baru 30 persen yang menerima subsidi kuota gratis pemerintah. Sementara sisanya tidak memberikan jawaban. (*)

 

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Dinarsa Kurniawan

Reporter : Saifan Zaking



Close Ads