alexametrics

Kemendikbud Dinilai Gagal dalam Mendistribusikan Kuota Gratis

18 Oktober 2020, 14:52:21 WIB

JawaPos.com – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dinilai gagal dalam melaksanakan pengiriman kuota gratis. Pasalnya, berdasarkan survei yang dilakukan Arus Survei Indonesia (ASI), terdapat 66,8 persen warga pendidikan yang belum menerima subsidi.

Namun, Kemendikbud hanya menginformasikan bahwa 84,7 persen publik menilai program ini adalah langkah yang tepat. Namun, informasi yang kurang baik tidak dipublikasikan.

Menanggapi itu, Pengamat dan Praktisi Pendidikan Indra Charismiadji menuturkan bahwa komunikasi pencitraan seperti itu adalah langkah yang tidak baik. “Bagaimana Memendikbud menyikapi sudah satu bulan ini masih ada 66 persen warga pendidikan yang belum mendapatkan kuota, ini harus disampaikan ke publik dan ungkapkan kendalanya apa,” terangnya kepada JawaPos.com, Minggu (18/10).

Kata dia, seharusnya dari pejabat Kemendikbud ada yang menginfomasikan gal tersebut. Seperti solusi apa yang akan dihadirkan untuk mengatasi masalah terkait masih banyaknya warga pendidikan yang belum mendapatkan kuota.

“Langkah yang diambil kan berbeda, malah menunjukkan sebuah survei yang menunjukkan 80,5 persen masyarakat bahwa kuota ini sangat membantu dan harus diperbanyak, itu yang ditampilkan, seakan-akan ingin menutupi suatu problem dengan sebuah pencapaian yang semu,” tegas dia.

Seperti diketahui, berdasarkan hasil survei ASI menyebutkan bahwa program bantuan internet gratis merupakan langkah tepat dalam menjawab urgensi di tengah pandemi Covid-19. Kemendikbud pun menanggapi hal itu.

“Melegakan sekali mengetahui bahwa masyarakat menilai kebijakan ini merupakah langkah yang tepat dari Pemerintah serta membantu meringankan beban ekonomi yang dihadapi di masa pandemi,” papar Pelaksana tugas (Plt.) Kepala Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) Kemendikbud Hasan Chabibie usai menyimak hasil survei yang disiarkan ASI, Jumat (16/10). “Yang terpenting, bahwa kebijakan ini membantu pembelajaran jarak jauh di masa pandemi,” imbuh Hasan. (*)

 

Saksikan video menarik berikut ini:

 

Editor : Dinarsa Kurniawan

Reporter : Saifan Zaking



Close Ads