alexametrics

Pemerintah Haruskan Siswa Belajar di Rumah, Orang Tua Banyak Kerepotan

18 Maret 2020, 19:38:15 WIB

JawaPos.com – Pemerintah memutuskan menghentikan sementara kegiatan belajar mengajar di sekolah. Siswa diminta belajar di rumah demi mengurangi penyebaran Covid-19 atau virus korona baru di Indonesia.

Keputusan pemerintah ini pun cukup membuat para orang tua kerepotan. Karena selain harus tetap mengerjakan tugas kantor, orang tua juga mesti menjadi guru atau setidaknya memantau anak-anak agar tetap belajar.

“Pasti stress ya, karena belum pernah seperti ini. Dan materinya banyak banget. Kita juga sebagai orang tua full ikut mengawasi terus,” keluh Putri seorang wali murid SD-1 salah satu sekolah swasta di Jakarta Selatan kepada JawaPos.com.

Selama di rumah, anak-anak mendapat pekerjaan rumah (PR) untuk dikerjakan dan dikumpulkan melalui surat elektronik. Ada juga sekolah yang mewajibkan siswa mempelajari materi sesuai jadwal harian.

Sementara itu, Ryandi sebagai salah satu orang tua murid juga menuturkan adanya sejumlah kesulitan, karena membuat anak tetap produktif belajar saat di rumah tentu bukan soal gampang. Pasalnya, televisi, gadget, dan suasana lingkungan bisa jadi kendala anak-anak untuk fokus belajar.

“Iya bukan perkara gampang juga agar bisa fokus belajar di rumah. Karena suasana sekolah dan rumah kan tentu beda. Ya kita sebagai orang tua mesti sabar juga,” ujarnya pada JawaPos.com

Tapi di sisi lain, banyak pihak bergotong royong mendorong anak-anak tetap nyaman belajar di rumah. Telkomsel misalnya. Operator telekomunikasi itu menyediakan kuota hingga 30 gigabyte (GB) secara cuma-cuma bagi masyarakat yang ingin mengkases materi pelajaran melalui aplikasi Ruangguru.

Pengguna Telkomsel bisa mengakses materi Sekolah Online dan RuangBelajar di aplikasi Ruangguru selama 30 hari sejak aktivasi. Selain Telkomsel, XL Axiata memberikan gratis 2GB per hari untuk mengakses ke sejumlah aplikasi atau layanan data yang bisa membantu belajar atau bekerja dari rumah, mulai 18 hingga 31 Maret 2020.

Aplikasi-aplikasi yang dimaksud mencakup Udemy, Ruangguru, dan Zenius untuk para pelajar atau mahasiswa. Namun ada saja pihak yang menyalahgunakan inisiatif baik operator seluler.

Namun, ada saja sejumlah orang yang berusaha mengubah kuota gratis 30GB untuk akses aplikasi eLearning menjadi kuota data reguler. Artinya, kuota gratis yang seharusnya hanya dapat digunakan untuk platform eLearning, dapat dimodifikasi menjadi kuota harian untuk mengakses aplikasi lainnya.

“Harusnya dengan ada program dan apilkasi ini bisa dimanfaatkan dengan baik untuk siswa belajar, bukan yang lainnya,” imbuh orang tua yang terpaksa harus bekerja dari rumah itu.

Diketahui, mengubah kuota 30 GB untuk aplikasi eLearning menjadi kuota data reguler juga bisa disebut pencurian karena ada pihak yang dirugikan. Pelaku bisa dijerat Pasal 362 juncto 30, 32 Undang-undang (UU) Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Dimas Ryandi


Close Ads