alexametrics

PJJ Makan Korban Jiwa, FSGI Minta Guru Tidak Banyak Berikan Tugas

17 September 2020, 11:01:50 WIB

JawaPos.com – Pembunuhan anak kandung yang terjadi akibat sulit memahami pelajaran dalam pembelajaran jarak jauh (PJJ) secara daring menjadi perhatian serius. Korban pun diketahui masih berada di kelas 1 SD.

Atas hal itu, Wasekjen Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) Satriwan Salim pun meminta agar guru tidak memberikan tugas berlebihan kepada anak didiknya. Apalagi untuk murid yang masih tingkat kelasnya masih rendah.

“Kami sangat menyayangkan ya orang tua berlaku demikian, kami berharap guru-guru tidak memberikan tugas-tugas yang memberatkan anak-anak, apalagi ini masih pendidikan dasar SD,” ungkapnya kepada JawaPos.com, Kamis (17/9).

Alasannya adalah kondisi keluarga yang berbeda-beda, ada harmonis dan yang tidak. Mengingat bahwa kondisi pandemi ini membuat mayoritas masyarakat menjadi frustasi dan melakukan tindak kekerasan.

“Kita tidak tau kondisi keluarga anak-anak itu di rumah, bagaimana pola komunikasi mereka dalam keluarga antara ibu, ayah dan anak, berapa jumlah bersaudara dan fasilitas yang mereka miliki,” terangnya.

Adapun, dirinya juya mempertanyakan kepada para guru yang sering memberikan tugas, apakah mereka ada waktu untuk memeriksa pekerjaan rumah anak didik mereka.

“Kalau guru setiap pertemuan PJJ itu memberikan tugas, ini juga menjadi pertanyaan, bagaimana nanti mengoreksinya apakah ada waktu, satu guru itu bisa ngajar sampai 10 kelas, ini persoalannya, satu kelas itu SD 28 kan, SMA sampai 36,” jelasnya.

Untuk itu kepada para guru, dia meminta agar kembali merujuk kepada regulasi yang telah dikeluarkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Salah satunya terkait kurikulum darurat.

“Pembelajaran selama pandemi itu tidak memberatkan anak. Sebenarnya, prinsip tidak membebani anak ini juga otomatis tidak akan membebani guru. Jadi, anak-anak kita ini akan enjoy belajarnya, akan senang dia dalam belajar jika tugas-tugas tersebut tidak berat dan sesuaikan dengan kondisi kemampuan atau fasilitas yang mereka miliki,” tutur Satriwan.

Editor : Bintang Pradewo

Reporter : Saifan Zaking



Close Ads