alexametrics

Sudah Diakui, Kini Lulusan SMK Bisa Kuliah di Jerman

17 Juni 2022, 09:37:45 WIB

JawaPos.com – Bagi siswa SMK nanti jangan minder lagi untuk mencoba menempuh jenjang pendidikan lebih tinggi di luar negeri. Lulusan SMK bisa mendapat kesempatan berkuliah di Jerman.

Kesempatan itu disampaikan oleh Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Berlin Ardi Marwan. Dia menyebut, mulai 2022 peserta didik SMK dari Indonesia berkesempatan melanjutkan pendidikan jenjang sarjana atau S-1 di berbagai perguruan tinggi di Jerman.

“Keputusan ini dikeluarkan Pemerintah Jerman, dalam hal ini oleh The Standing Conference of the Ministers of Education and Cultural Affairs atau KMK yang disampaikan langsung kepada KBRI Berlin,” kata Ardi ketika dihubungi, Jumat (17/6).

Ardi menyebut, dapatnya lulusan SMK dari Indonesia melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi di Jerman, membuktikan lulusan SMK itu sudah diakui di Jerman. Hal itu dapat dilihat dari situs resmi Anabin, anabin.kmk.org. Basis data Anabin menampilkan daftar informasi seluruh institusi dan jenjang pendidikan yang telah dievaluasi di Jerman hingga kini, oleh Central Office for Foreign Education (Zentralstelle für ausländisches Bildungswesen/ ZAB/Kantor Pusat Pendidikan Asing).

Dengan basis data Anabin itu, calon peserta didik dapat mencari informasi mengenai kualifikasi akademik yang dimiliki dan diakui di Jerman.

Dengan telah diakuinya ijazah SMK oleh pemerintah Jerman, diperkirakan jumlah mahasiswa Indonesia yang studi di Jerman mengalami peningkatan pada tahun mendatang. Apalagi Indonesia sekitar 1,5 juta lulusan SMK setiap tahun.

Dilanjutkan Ardi, sebelum keputusan tersebut terbit, ijazah sekolah menengah dari tanah air yang diakui oleh Pemerintah Jerman hanya lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Madrasah Aliyah (MA).

“Para lulusan SMA/MA dari Indonesia yang ingin studi S-1 di Jerman disyaratkan untuk mendaftar dan mengikuti program preparatory college atau studienkolleg (STK) selama dua semester di berbagai institusi pendidikan negeri atau swasta di Jerman,” jelas Ardi.

Adapun syarat mengikuti program STK adalah ijazah SMA/MA dan sertifikat kompetensi bahasa Jerman minimal di level B2. Menurut Ardi, ada juga institusi yang mempersyaratkan B1 dan C1, tapi jumlahnya tidak banyak. “Jadi umumnya level Bahasa Jerman B2 sudah memadai,” ucap Ardi.

Jenis program STK yang diambil bergantung pada program studi S-1 yang menjadi pilihan calon mahasiswa. Sebagai contoh, untuk program teknik, sains dan matematika, jenis program STK yang diambil adalah T.

Berbeda dengan program bisnis, ilmu sosial dan ekonomi, program STK-nya adalah W. Program kedokteran, biologi dan farmasi, mensyaratkan program STK dengan kode M, sementara untuk program humaniora, desain/seni, program STK-nya adalah G. Terakhir, untuk program/jurusan bahasa, program STK-nya adalah S.

Usai menempuh studienkolleg selama dua semester, para peserta wajib mengikuti asesmen akhir yang disebut Feststellungsprüfung (FSP). Setelah lulus FSP, maka calon mahasiswa bisa mendaftar dan menempuh studi S-1 di kampus tujuan.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : Sabik Aji Taufan

Saksikan video menarik berikut ini:

Close Ads