alexametrics

Beasiswa Bagi Calon Pendidik, Jangan Sampai Jadi Profesi Pilihan Kedua

17 Mei 2020, 16:00:50 WIB

JawaPos.com – Selama ini beasiswa yang khusus dialokasikan untuk mahasiswa calon guru masih belum banyak. Yayasan Solidaritas Bina Insan Kamil (Yasbil) berinisiatif memberikan beasiswa khusus bagi mahasiswa calon guru atau pendidik. Dengan harapan ikut berkontribusi mencetak pendidik yang berkualitas di masa depan.

Beasiswa yang disiapkan oleh Yasbil itu bertajuk Program Beasiswa Keguruan Yasbil (BKY) 2020. Beasiswa ini dikhususkan untuk mahasiswa laki-laki. Tahun ini sudah masuk gelombang kedua. Pendaftaran gelombang kedua dibuka mulai 10 Mei sampai 12 Juni mendatang. Proses pendaftaran dimulai dengan pengisian formulir yang bisa diakses di website bit.ly/bkygelombang2.

Ketua Pelaksana Program BKY 2020 Qusyairi Sazali Kuba mengatakan untuk gelombang kedua ini hanya tersedia untuk mahasiswa baru yang lolos seleksi SNMPTN 2020 dan SPAN PTKIN. ’’Dengan pilihan universitasnya adalah UIN Jakarta, Universitas Pendidikan Indonesia, Universitas Indonesia, dan Institut Pertanian Bogor,’’ kata dia Minggu (17/5).

Sazali optimistis pendaftar beasiswa ini bakal banyak. Merujuk pada jumlah pendaftar gelombang pertama lalu, jumlahnya mencapai 2.000 orang lebih. Dia menjelaskan untuk proses pendaftaran beasiswa BKY gelombang satu, masih berproses sampai sekarang.

Dia menuturkan cakupan beasiswa ini adalah uang saku dan subsidi tempat tinggal. Selain itu peserta program beasiswa juga mendapatkan manfaat lain. Seperti program pengembangan melalui seminar pembangunan karakter, pelatihan bahasa Inggris, workshop motivasi dan karir, praktik mengajar di sekolah mitra Yasbil, dan masih banyak lainnya.

Sazali mengatakan di tengah wabah Covid-19 ini, panitia beasiswa melakukan prosedur baru. Misalnya untuk proses wawancara dilakukan melalu aplikasi Zoom pada 22 Juni sampai 3 Juli. Rencananya pengumuman kelulusan beasiswa BKY gelombang kedua ini disampaikan pada 8 Agustus.

Dia menjelaskan Yasbil menaruh perhatian pada bidang pendidikan. Mereka memiliki tekad untuk berkontribusi dalam mencetak calon guru berkualitas. Sehingga di masa mendatang bisa mencegak SDM Indonesia yang unggul. ’’Kita lihat banyak sekali beasiswa yang beredar saat ini. Tetapi kita lihat beasiswa untuk jadi guru masih kurang,’’ tuturnya.

Sazali juga berpesan supaya mahasiswa tidak menjadikan guru sebagai pilihan kedua. Untuk itu dia menekankan penerima beasiswa itu harus benar-benar memiliki minat dan keseriusan untuk menjadi seorang guru. Menurutnya saat ini banyak yang terjadi karena tidak diterima di jurusan lain, maka mendaftar jadi guru. Bahkan ada juga lulusan kuliah non-keguruan, memilih jadi guru karena tidak diterima kerja sesuai jurusannya.

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Mohamad Nur Asikin

Reporter : Hilmi Setiawan


Close Ads