alexametrics

Dalam Pembelajaran Online, Guru Sebaiknya Tetap Sampaikan Pemaparan

16 Mei 2020, 17:45:55 WIB

JawaPos.com – Pemanfaatan platform atau teknologi untuk mendukung pembelajaran jarak jauh di masa pandemi Covid-19 sangat beragam. Di antara yang populer digunakan adalah Google Classroom.

Kepala Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Matematika Eduversal Ade Kiki Ruswandi mengingatkan dalam pembelajaran online sebaiknya guru tetap memberikan paparan pelajaran ke siswa. Paparan tersebut disampaikan Ade saat menjadi pembicara dalam seminar online (webinar) bertajuk Google Classroom Advance Tips and Tricks.

Webinar yang berdurasi sekitar satu jam itu, diikuti 198 guru-guru mitra Eduversal dan sekolah pada umumnya. Di dalam survei singkat yang disajikan di dalam webinar itu, platform Google Classroom paling populer.

Sebanyak 65 persen peserta webinar menjawab menggunakan Google Classroom dalam pembelajaran online di masa pandemi ini. Ade menuturkan platform gratis itu sudah populer digunakan sebelum ada wabah Covid-19 di Indonesia.

Dia menjelaskan di dalam pembelajaran online sebaiknya guru tetap memberikan pemaparan. “Jadi bukan 100 persen bergantung dengan Google Classroom,” katanya.

Dia menegaskan Google Classroom atau platform lain itu hanya sebagai fitur atau layanan tambahan. Ade juga mengingatkan meskipun pembelajaran dilakukan secara online atau jarak jauh, sentuhan-sentuhan personal dari guru kepada siswa tetap dilakukan.

Caranya dengan menyebut nama siswa ketika guru melakukan chat dengan siswanya. Dengan demikian siswa akan tetap merasa memiliki hubungan dengan guru, selayaknya sekolah tatap muka.

Dia menjelaskan di tahap pertama, para guru harus memiliki mindset bahwa Google Classroom ini bermanfaat dalam proses pembelajaran. Setelah itu secara alamiyah dengan sendirinya para guru itu akan mengekplorasi layanan-layanan yang tersedia di Google Classroom.

Ade berharap dari webinar itu para guru bisa mendapatkan hikmah. Diantaranya adalah muncul rasa atau semangat untuk terus mempelajari teknologi pendidikan. Menurutnya teknologi itu sebagai alat mempermudah tugas guru.

“Jangan hanya karena ada tuntutan dari kepala sekolah,” tuturnya.

Dia menjelaskan teknologi atau platform yang tersedia untuk pembelajaran online atau jarak jauh terbagi dalam beberapa kategori. Pertama adalah teleconferencing tool atau platform untuk telekonferensi.

Di antaranya adalah aplikasi Zoom, Skype, Google Meet, atau Webex. Kemudian content tool seperti Ruangguru, Khan Academy, CK-12, dan lainnya. Kategori content tool ini adalah platform yang menyediakan materi atau bahan ajar.

Sehingga guru tinggal memanfaatkannya saja. “Bahkan Kemendikbud juga menyediakan melalui platform Rumah Belajar,” jelasnya.

Lalu ada kategori learning management system seperti Google Classroom, ClassDojo, Shoology, Seesaw, dan Edmodo. Ade menegaskan jauh sebelum ada pandemi Covid-19 di dunia atau di Indonesia, banyak guru sudah memanfaatkan Google Classroom.

Dengan memaksimalkan layanan yang ada, Google Classroom bisa membuat pembelajaran online lebih productif dan bermakna. Kemudian guru juga lebih mudah mengiirm tugas ke siswa serta tetap bisa menguatkan komunikasi dan kolaborasi diantara siswa.

Editor : Estu Suryowati

Reporter : Hilmi Setiawan


Close Ads