alexametrics
Genjot Perbaikan Sarana Pendidikan

Pemkot Madiun Benahi Gedung Sekolah Selama Siswa Belajar di Rumah

15 Mei 2020, 16:45:27 WIB

JawaPos.com – Selama masa pandemi kegiatan pendidikan ditangguhkan. Seluruh siswa melaksanakan pembelajaran online di rumah masing-masing. Tidak terkecuali di Kota Madiun. Selama itu, gedung sekolah tidak difungsikan untuk kegiatan belajar mengajar (KBM). Pemerintah Kota (Pemkot) memiliki cara unik untuk memanfaatkan kekosongan KBM di sekolah. Yakni melakukan perbaikan dan melengkapi sarana-prasarana sekolah selama masa pandemi.

Wali Kota Madiun Maidi mengungkapkan telah memerintahkan dinas pendidikan (Dindik) setempat menginventarisir sekolah yang perlu dibenahi. Termasuk sarana-prasarana mulai pendukung IT hingga sarana pembelajaran lainnya. Maidi mengintruksikan proses perbaikan secepatnya selesai. Sehingga tatkala pandemi terlewati dan siswa masuk kembali, sekolah siap digunakan. ‘’Di masa pandemi ini sekolah diperbaiki. Ketika anak-anak kembali sekolah sudah selesai semuanya,’’ kata Maidi.

Dia mengungkapkan kebijakan itu merupakan salah satu stimulus program pendidikan di masa pandemi ini. Perbaikan yang ada diharapkan dapat meningkatkan kualitas pembelajaran siswa. Pun memberikan hak pendidikan yang layak bagi seluruh siswa. Sehingga ketertinggalan pembelajaran yang terkendala selama masa pandemi dapat dikejar. ‘’Setiap detik, jam, ilmu pengetahuan berkembang pesat. Ilmu pengetahuan adanya di sekolah. Di situlah harus dibenahi,’’ lanjutnya.

Sedikitnya tercatat 14 sekolah yang perlu mendapatkan perbaikan. Baik itu rehab total maupun rehab ringan. Perinciannya, 1 TK, 10 SD, dan 3 SMP. Namun ada satu SMP yang terpaksa harus ditunda. Sebab anggaran dialihkan untuk penanganan Covid-19 di Kota Kharismatik. ‘’Pemkot berkomitmen memajukan Kota Madiun di segala bidang. Termasuk dunia pendidikan,’’ ungkapnya.

Terpisah, Kepala Dindik Kota Madiun Heri Wasana membeberkan pagu anggaran yang disiapkan untuk perbaikan sarpras sekolah itu mencapai Rp 24,6 miliar. Dikurangi Rp 3,2 miliar yang semula direncanakan perbaikan gedung SMPN 12 Kota Madiun, dialihkan untuk penanganan Covid-19. Sehingga total pagu anggaran yang dialokasikan sebesar Rp 21,4 miliar. ‘’Ada satu rencana perbaikan yang di-cancel karena anggaran dialihkan untuk penanganan Covid-19,’’ kata Heri.

BERBENAH: Pemkot Madiun memperbaiki gedung sekolah selama masa pandemi, diharapkan siap ditempati ketika siswa mulai masuk sekolah kembali. (Istimewa)

Seluruh pekerjaan perbaikan saat ini terus dikebut. TK Negeri Pembina Kecamatan Taman dilakukan perbaikan total. Gedung lama dirobohkan total dan dibangun gedung baru. Anggaran yang disiapkan mencapai Rp 4,07 miliar. Progres fisik berjalan sekitar 4,3 persen. ‘’Untuk perbaikan total kami usahakan secepatnya selesai. Pelaksaannya sesuai rencana selama delapan bulan,’’ lanjutnya.

Heri memerinci perbaikan untuk 10 SD yang saat ini mulai dikerjakan. Yakni SDN 04 Nambangan Kidul dengan anggaran perbaikan sebesar Rp 1,6 miliar. Anggaran perbaikan SDN 02 Mojorejo sebesar Rp 2,65 miliar, SDN 04 Madiun Lor Rp 910 juta, SDN Sogaten Rp 1,03 miliar, SDN 05 Madiun Lor (Indrakila) Rp 1,1 miliar.

SDN 01 Winongo Rp 1,6 miliar, SDN 02 Tawangrejo sebesar Rp 1,6 miliar, SDN 03 Kanigoro Rp 927 juta, dan SDN Kelun Rp 1,6 miliar. Dia mengungkapkan kontrak untuk pekerjaan tersebut dimulai bervariasi. Ada yang awal Maret dan sebagian awal April. Sementara perbaikan gedung SMP dilakukan di SMPN 5 dengan anggaran sebesar Rp 1,2 miliar, dan SMPN 2 yang saat ini masih tender dengan anggaran sebesar Rp 383 juta. ‘’Perbaikan berjalan, pembelajaran online juga tetap berjalan,’’ jelasnya.

Heri berupaya seluruh perbaikan yang ada dapat tuntas sebelum masa pandemi berakhir. Sehingga gedung siap digunakan siswa untuk KBM. Pada sisi lain pihaknya terus memantau penerapan pembelajaran online. ‘’Ada interaksi dan feed back sehingga pembelajaran online berjalan efektif,’’ ucapnya.

 

Editor : Mohamad Nur Asikin

Reporter : ARM


Close Ads