alexametrics

Kemendikbud Sebut Keberadaan UN Belum Membuat Siswa Merdeka

14 Desember 2019, 12:00:03 WIB

JawaPos.com – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim memutuskan menghapus Ujian Nasional (UN) mulai 2021. Pelaksanaan UN terakhir pada 2020. Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Masyarakat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Ade Erlangga Masdiana mengatakan ternyata banyak siswa yang mengeluh terkait adanya UN.

Terkait hal itu, Mendikbud Nadiem disebutnya menginginkan anak-anak bisa belajar lebih senang. Bahkan, Erlangga mengatakan adanya UN belum membuat siswa merdeka.

“Iya belum merdeka (adanya UN), karena banyak sekali yang komplain,” ujar Erlangga dalam diskusi di kawasan Menteng, Jakarta, Sabtu (14/12).

Menurut Erlangga adanya UN membuat anak-anak mencapai skor-skor tertentu supaya bisa lulus sekolah. Sehingga mereka mengeluhkan adanya UN yang dirasa sangat memberatkan.

“Anak-anak dipaksa untuk mencapai skor-skor tertentu, orang tua stres dan anaknya juga stres,” imbuhnya.

Sekadar informasi, Mendikbud Nadiem Makarim mengatakan UN hanya akan ada pada 2020. Setelah itu formatnya akan diganti. Sehingga pada 2021 tidak lagi ada UN.

“Pada 2021, UN akan diganti menjadi asesmen kompetisi minimum dan survei karakter,” ujar Nadiem.

Nadiem menjelaskan alasan UN tetap dilakukan sampai dengan 2020. Karena sudah dilakukan persiapan adanya pelaksanaan UN tersebut. Sehingga tidak bisa serta merta dihapus. Sedangkan alasan UN diganti karena berdasarkan survei dan diskusi dari beberapa pihak termasuk juga dengan orang tua siswa, hasilnya tidak baik. Karena siswa fokusnya menghapal materi yang telah dipelajari.

Menurut Nadiem, UN juga belum menyentuh kepada karakter siswa. Sehingga dia memutuskan UN hanya akan ada sampai 2020. Setelah itu asesmen kompetisi minimum dan survei karakter‎ yang akan diterapkan.

“Jadi memang belum menyentuh karakter siswa secara holistik,” tutur Nadiem.

Editor : Edy Pramana

Reporter : Gunawan Wibisono


Close Ads