alexametrics

FSGI Minta Guru Tak Dilibatkan untuk Galang Suara di Pilkada

14 September 2020, 18:21:36 WIB

JawaPos.com – Sekretaris Jenderal (Sekjen) Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) Heru Purnomo meminta agar para guru tidak ikut campur pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020. Hal tersebut dilakukan untuk menghindari konflik kepentingan.

“FSGI mendorong Kementerian Dalam Negeri dapat membuat surat edaran kepada daerah-daerah yang menyelenggarakan pemilihan kepala daerah agar tidak melibatkan guru dalam proses kampanye dan dukungan suara,” ungkapnya dalam keterangan tertulis, Senin (14/9).

Menurutnya, netralitas guru selalu dipertaruhkan setiap kali Pilkada berlangsung. Pasalnya, masih banyak para calon kepala daerah (Cakada) yang menjadikan guru sebagai alat untuk mendapatkan suara.

“Guru dan pejabat pemerintah lainnya memegang posisi, wewenang, dan pengaruh strategis. Hal tersebut membuat mereka potensial digerakkan untuk berpartisipasi dalam kampanye yang menguntungkan salah satu calon,” tambahnya.

Heru khawatir akan adanya tenaga didik yang akhirnya menggunakan sekolah untuk meraih suara para siswa yang menjadi pemilih pemula. Indikatornya pun sudah mulai terlihat dari adanya permintaan dari jajaran dinas pendidikan di sejumlah daerah yang meminta nomor-nomor handphone para siswa yang menjadi pemilih pemula.

Pihaknya pun mendorong Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) untuk mengeluarkan edaran khusus. Isinya melarang seluruh pegawai negeri sipil terlibat dalam kegiatan kampanye, apalagi guru dengan status Aparatur Sipil Negara (ASN) jumlahnya juga cukup besar di seluruh daerah.

“Selain itu FSGI mendorong Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) daerah proaktif mencegah sekolah dan siswa dimanfaatkan untuk kepentingan politik,” pungkasnya.

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Edy Pramana

Reporter : Saifan Zaking



Close Ads