alexametrics

Sekolah Buka di Zona Kuning-Oranye, Siswa Wajib Bawa Surat Izin Ortu

Kemendikbud Bantah Ada Klaster Penularan di S
14 Agustus 2020, 11:07:04 WIB

Sementara itu, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengatakan, ada beberapa tahapan penting dalam uji coba pembelajaran tatap muka. Tidak semua sekolah akan mengikuti uji coba itu. Sekolah dipilih secara selektif atas persetujuan bupati atau wali kota masing-masing. Dia juga mengingatkan bahwa uji coba tersebut hanya untuk sekolah di zona selain merah. ’’Jadi, sekolah yang berada di zona merah tetap ditutup. Sedangkan yang di zona hijau, kuning, dan oranye akan dibuka,’’ terangnya.

Untuk zona kuning, kegiatan belajar-mengajar (KBM) dibuka 50 persen dari jumlah siswa per kelas. Sedangkan zona oranye 25 persen. Pihak sekolah diminta menyiapkan empat mata pelajaran setiap hari. Untuk setiap mata pelajaran disediakan waktu 45 menit. Artinya, uji coba KBM hanya berlangsung selama tiga jam tanpa istirahat. ’’Sekolah yang sudah dibuka berdasar zonasi tetap diminta untuk mematuhi protokol kesehatan,’’ ucapnya.

Kepala Dinas Pendidikan Jatim Wahid Wahyudi mengatakan, jajarannya telah berkoordinasi dengan pemerintah kebupaten/kota dan satgas Covid-19. Tujuannya, memastikan uji coba pembelajaran tatap muka berjalan dengan lancar.

Dia mengungkapkan, uji coba akan menggunakan metode blended learning. Memadukan metode pembelajaran jarak jauh dengan tatap muka secara terbatas di sekolah, baik daring (online) maupun luring (offline).

Baca juga: KPAI Sebut Kurikulum Darurat Membingungkan Sekolah

Wahid menambahkan, sekolah telah menyiapkan jadwal secara cermat. Artinya, kapan siswa ikut KBM tatap muka dan kapan belajar dari rumah.

’’Demikian pula kurikulumnya, sudah disesuaikan dengan kurikulum darurat yang diterbitkan Kemendikbud, dengan menekankan pada kompetensi inti dari suatu mata pelajaran,” terangnya.

Di Jawa Tengah, beberapa sekolah juga bersiap memulai pembelajaran tatap muka mulai 24 Agustus. Di Klaten misalnya. Dinas Pendidikan Klaten menerjunkan tim survei yang bekerja sejak kemarin (12/8). Mereka memantau kesiapan sarana dan prasrana 114 SMP dan 700 SD.

Survei bakal berjalan tiga hari, atau hingga Jumat (14/8). Selama survei, tim berperan dalam menentukan, apakah sekolah bersangkutan siap melaksanaan KBM tatap muka atau belum. ”Tim mulai turun ke sekolah-sekolah untuk melihat kesiapan sarana dan prasrana. Di antaranya, tempat cuci tangan dengan sabun, hand sanitaizer, dan thermo gun. Termasuk kesiapan dari gurunya sendiri,” jelas Kasubbag Perencanaan dan Pelaporan Disdik Klaten Sidik Pramana saat ditemui Jawa Pos Radar Solo di ruang kerjanya kemarin.

Baca juga: Seizin Satgas Covid-19 dan Wali Murid, Sekolah Zona Kuning Boleh Buka

Hasil tinjauan tim akan dianalisis dalam forum. Apakah sekolah bersangkutan telah memenuhi kriteria melaksanakan KBM tatap muka atau belum. Dinas pendidikan juga membuat format surat izin yang nanti diisi orang tua. Terkait boleh tidaknya sang anak melaksanakan KBM tatap muka terbatas di sekolah. Di Blora, lima sekolah ditunjuk sebagai sekolah percontohan atau pilot project pembelajaran tatap muka. Yakni, SMPN 1 Todanan, SMPN 1 Menden, SMPN 2 Kedungtuban, SMPN 2 Tunjungan, dan MTs Negeri Jepon. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Blora Hendi Purnomo mengungkapkan, lima sekolah itu berada di zona kuning. ”Siswanya hanya dari wilayah sekitar sehingga potensi penularannya minim,” ucap dia seperti dilansir Jawa Pos Radar Kudus kemarin.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : mia/lum/byu/tau/riq/c10/c17/c7/oni

Saksikan video menarik berikut ini:



Close Ads