alexametrics

Kasus Covid masih Tinggi, Pengamat Sebut PJJ Belum Bisa Ditinggalkan

14 Juni 2021, 17:45:50 WIB

JawaPos.com – Pemerintah berencana kembali membuka pembelajaran tatap muka (PTM) secara terbatas mulai awal Juli nanti. Sejumlah kalangan menilai pembelajaran jarak jauh (PJJ) tetapi tidak bisa ditinggalkan. Apalagi kondisi kasus Covid-19 di Indonesia saat ini masih tinggi.

Pengamat pendidikan Saufi Sauniawati menuturkan pandemi Covid-19 sudah setahun lebih melanda Indonesia. Salah satu akibatnya sepanjang setahun lebih pula hampir seluruh peserta didik belajar dari rumah melalui sistem PJJ. Rencananya awal Juli ini pemerintah mulai membuka PTM secara terbatas.

Kepada wartawan di Jakarta Senin (14/6) dia mengatakan ada sejumlah hal yang perlu dicermati jelang dimulainya PTM secara terbatas. Di antaranya adalah oleh orang tua sebaiknya mencari informasi detail soal pelaksanaan PTM terbatas di daerah masing-masing. ’’Seperti cari aturan terkait dengan pembelajaran tempat tinggal, mengajarkan protokol kesehatan ke anak-anaknya, serta kembali mendisiplinkan jam tidur dan jam bangun,’’ katanya.

Saufi menjelaskan meskipun PTM terbatas akan segera dijalankan, PJJ tetap ada. Dia menegaskan PJJ tidak bisa ditinggalkan. Sebab hanya sebagian anak yang mengikuti PTM di sekolah. Sisanya tetap menjalankan PJJ di sekolah. Dia juga mengingatkan pelaksanaan PTM terbatas tetap menunggu izin dari pemda setempat.

Dia mengatakan di tengah kasus Covid-19 yang masih tinggi, PTM belum bisa dijalankan seratus persen. ’’Orang tua harus cerdik dalam menyikapi pembelajaran online di masa mendatang,’’ katanya.

Secara umum dia menilai PJJ yang sudah berjalan sekitar setahun terakhir kurang maksimal. Sebab pada umumnya masyarakat Indonesia belum siap untuk menjalankan PJJ. Pelaksanaan PJJ di Indonesia lebih disebabkan karena ada pandemi Covid-19. Sehingga banyak keluhan hambatan jaringan internet dan lainnya. Kemudian juga ada keluhan dari orang tua yang harus membagi waktu antara bekerja dan mendampingi PJJ anaknya.

Editor : Dinarsa Kurniawan

Reporter : Hilmi Setiawan

Saksikan video menarik berikut ini:



Close Ads