alexametrics

Melirik Mesin Pencacah Plastik UGM, dari Sampah Jadi Produk Bernilai

14 Februari 2019, 19:42:00 WIB

JawaPos.com – Departemen Teknin Mesin dan Industri, Fakultas Teknik (FT) Universitas Gadjah Mada (UGM) membuat inovasi berupa mesin pencacah plastik kresek. Sebuah mesin pengolahan sampah plastik, menjadikannya produk bernilai tambah.

Inovasi ini dari sebuah tim yang digawangi oleh Muslim Mahardika yang melibatkan peneliti lain yakni Dekan FT, Nizam; Rachmat Sriwijaya; Sigiet Haryo Pranoto dan Fajar Yulianto Prabowo.

“Hasil cacahan plastik tersebut digunakan sebagai bahan daur ulang plastik yang digunakan oleh pabrik daur ulang plastik dan juga sebagai bahan campuran aspal,” kata Muslim, dalam keterangan tertulisnya, Kamis (14/2).

Dikatakannya, mesin pencacah plastik kresek dikembangkan sejak awal 2018 lalu. Dibuat sesuai dengan permintaan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPU-PR) yang membutuhkan bahan plastik sebagai bahan campuran aspal untuk pembangunan ruas jalan.

Saat ini mesin telah diproduksi secara massal oleh salah satu badan usaha milik negara yakni PT. Barata Indonesia. “Dengan mesin ini, menghasilkan cacahan plastik kresek yang bisa disesuaikan kebutuhan. Ukuran cacahan bisa disetel 1-4 milimeter. Sedangkan pada mesin pencacah plastik di pasaran bisanya menghasilkan ukuran sekitar 0,5 sentimeter,” katanya.

Selain itu, mesin pencacah plastik ini juga memiliki sejumlah keunggulan lain yakni berdaya rendah yakni 2-5 HP. Sementara mesin serupa di pasaran biasanya berdaya 7-10 HP. Satu HP setara dengan 745,7 watt.

Mesin ini dibuat dari 6 komponen utama, yakni tempat penampung hasil cacahan plastik kresek (hopper), motor listrik, roda gila (fly wheel), belt, poros, serta pisau statis dan pisau dinamis. Sedangkan untuk bentuk mesin dibuat tidak jauh berbeda dengan mesin yang ada di pasaran. Memiliki ukuran panjang mesin 1 meter, tinggi 1,7 meter, dan lebar 1 meter. “Sebagian besar mesin ini dibuat dengan memanfaatkan komponen lokal,” bebernya.

Mekanisme kerja mesin tersebut menggunakan motor listrik AC yang ditransmisikan menggunakan fan belt. Sehingga memutar poros pisau untuk mencacah plastik dengan roda gila yang berfungsi sebagai penyimpan inersia. Untuk kecepatan putar mesin antara 400-1000 rpm. “Mesin kita desain secara sederhana sehingga mudah untuk dioperasikan,” ucapnya.

Pengembangan mesin pencacah plastik dalam 3 tipe berdasar kapasitas cacahan sampah plastik. Yakni tipe mesin itu adalah kapasitas kecil 10-20 kg/jam, kapasitas sedang 20-30 kg/jam, dan kapasitas besar 40-50 kg/jam.

Inovasi ini diharapkan mampu mendukung upaya pemerintah dalam mengatasi sampah plastik. Selain itu juga mendorong pengelolaan sampah plastik yang lebih baik di masa depan.

Editor : Sari Hardiyanto

Reporter : Ridho Hidayat



Close Ads
Melirik Mesin Pencacah Plastik UGM, dari Sampah Jadi Produk Bernilai