alexametrics

Pemerintah Bangun Sekolah Darurat untuk Siswa SDN Gentong

10 November 2019, 09:15:47 WIB

JawaPos.com – Pemerintah pusat berencana membangun sekolah darurat untuk SDN Gentong Kota Pasuruan. Hal itu diungkapkan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy saat menyambangi sekolah di Kelurahan Gentong, Kecamatan Gadingrejo, tersebut kemarin siang (9/11).

Muhadjir juga menyayangkan ambruknya atap empat kelas sekolah itu. Usia renovasi gedung yang ambruk belum sampai 10 tahun.

Musibah yang mengakibatkan satu guru dan satu murid meninggal tersebut semestinya tidak terjadi kalau pembangunan dilakukan dengan baik.

Tak menunggu lama, pihaknya berkoordinasi dengan kementerian terkait untuk segera membangun sekolah yang berstandar darurat bencana. Lahannya disiapkan Pemkot Pasuruan. ”Sekolah darurat ini akan dibangun Kementerian PUPR. Senin (11/11) tim teknis PUPR akan datang,” ungkapnya.

Menurut Muhadjir, bangunan sekolah darurat itu bisa digunakan paling lambat tiga bulan ke depan. Diharapkan, siswa dapat segera mengikuti kegiatan belajar-mengajar (KBM) dengan baik dan nyaman. ”Sebenarnya sekolah yang menjadi relokasi bagi siswa cukup baik. Namun, kami ingin siswa dapat belajar dengan semakin nyaman,” jelasnya.

Tim BPBD Kota Pasuruan sedang melakukan penyisirian korban di ruang kelas SDN Gentong, Kelurahan Gentong, Kecamatan Gadingrejo, Kota Pasuruan, yang atapnya ambruk, Selasa (5/11/2019) pagi. Ambruknya atap empat ruang kelas di sekolah ini mengakibatkan satu guru dan satu murid setempat tewas. Sedangkan puluhan murid lainnya mengalami luka-luka. (Zubaidillah/Jawa Pos Radar Jember)

Muhadjir tidak ingin insiden serupa terulang. Bukan hanya di SDN Gentong, tapi di semua sekolah di Indonesia. Karena itu, dia menetapkan bahwa pembangunan melalui mekanisme swakelola bakal didampingi tim dari SMK jurusan konstruksi atau perguruan tinggi dari teknik bangunan.

”Kalau yang ini saya tidak tahu karena pembangunannya dilakukan 2012. Cuma, ke depannya untuk swakelola akan ada pendampingan,” ujarnya.

Anggota DPR Anisah Syakur berharap ambruknya atap empat ruangan di SDN Gentong menjadi pelajaran bagi semua pihak. Dia berharap SDN setempat segera mendapatkan penanganan berupa renovasi dari pemerintah. ”Kami sudah menyurati Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan agar segera direalisasikan. Sebab, ini kebutuhan yang sangat mendesak,” terangnya.

Di sisi lain, para siswa yang atap kelasnya ambruk itu mendapat program pemulihan trauma dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pasuruan. Mereka adalah siswa kelas II-A, II-B, V-A, dan V-B. Jumlahnya 120 anak.

Kegiatan dilakukan di halaman belakang sekolah. Di bawah tenda besar kursi dijejer layaknya di ruang kelas. Semua siswa mengenakan seragam Pramuka. Di belakang mereka para wali murid berdiri. Dari barisan belakang itu mereka bisa menyaksikan polah anak-anaknya.

Kabid Tenaga Kependidikan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pasuruan Amin Dja’far yang memandu program tersebut berhasil membuat para siswa tertawa mendengar ceritanya. Mereka juga diajak bernyanyi dan bermain selama sekitar dua jam mulai pukul 08.30. Amin menyebut upaya itu sebagai salah satu cara pemkot untuk membuat siswa kembali ceria. Harapannya, mereka bisa melupakan momen traumatis yang terjadi di jam pelajaran pada Selasa (5/11) pagi itu.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : riz/hn/han/c9/c19/ayi


Close Ads