alexametrics

Soal Merdeka Belajar Episode 6, P2G: Iklim Kompetisi Perlu Dijaga

9 November 2020, 12:02:49 WIB

JawaPos.com – Perhimpunan untuk Pendidikan dan Guru (P2G) memberikan apresiasi atas peluncuran program “Merdeka Belajar Episode 6: Transformasi Dana Pemerintah untuk Perguruan Tinggi” yang dilakukan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Di mana tujuannya adalah mengakselerasi produktivitas dan meningkatkan kualitas PTN/PTS di Indonesia dalam melakukan inovasi.

“P2G mengapresiasi Kemendikbud atas peluncuran program Merdeka Belajar Episode 6 Transformasi Dana Pemerintah untuk Perguruan Tinggi. Selain itu, program ini secara inklusif memfasilitasi keunikan corak masing-masing perguruan tinggi yang ada. Fleksibilitas seperti ini bisa mewujudkan gotong royong inovasi nasional yang akseleratif,” ucap Kepala Bidang P2G Fauzi Abdillah kepada JawaPos.com, Senin (9/11).

Akan tetapi, kata dia diperlukan dukungan peraturan dalam mendukung fleksibilitas para dosen untuk memberikan kontribusi dalam program itu. Fauzi yang juga merupakan dosen Universitas Negeri Jakarta (UNJ), mengatakan seringkali urusan administrasi untuk dosen lebih rumit dan menyita banyak sumber daya daripada untuk pelaksanaan tugas utamanya.

Baca juga: Merdeka Belajar Episode 6 Targetkan Peningkatan Kualitas Pendidikan

Ia menambahkan, kewajiban utama Tri Dharma perguruan tinggi juga perlu perlakukan dan diapresiasi secara seimbang. “Walau beberapa pihak melihat Kampus Merdeka lebih condong pada dharma pendidikan dan pengajaran, namun hal tersebut tidak dapat dilepaskan dari dharma penelitian dan dharma pengabdian kepada masyarakat sebagai suatu kesatuan, yang juga tercermin pada program ini,” ujar dia.

Selanjutnya, iklim kompetisi dalam program ini juga perlu dijaga dengan paradigma ‘no one left behind’ yang kolaboratif dan inklusif. Jangan sampai muncul kesenjangan baru bahwa ada perguruan tinggi yang sangat maju dan yang tertinggal.

“Idealnya, seluruh mahasiswa Indonesia berhak mendapatkan pendidikan tinggi yang bermutu, berwawasan masa depan, berpusat pada kebutuhan mahasiswa dan terjangkau,” terang Fauzi.

Seperti diketahui, dalam kebijakan baru ini terdapat 3 kebijakan yang sebagai motor inovasi. Pertama adalah pendanaan melalui tingkat indikator kinerja utama (IKU) yang terdiri dari 8 poin, lalu Matching Fund dan Competitive Fund.

 

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Kuswandi

Reporter : Saifan Zaking

Saksikan video menarik berikut ini:

Close Ads