alexametrics

Saatnya Memikirkan Sekolah Anak-anak Korban Gempa-Tsunami Sulteng

8 Oktober 2018, 13:46:42 WIB

JawaPos.com – Gedung sekolahnya sudah hancur porak-poranda setelah diguncang gempa dan gelombang tsunami. Bencana itu sudah sepekan lebih berlalalu. Namun demikian, para anak-anak usia sekolah yang menjadi korban bencana tetap meneruskan belajar. Karena itu, pemerintah harus menjamin hak anak untuk memperoleh pendidikan.

Anggota Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Susianah Affandy menuturkan, dalam keadaan darurat, anak juga harus mendapat pendampingan. Tujuannya, mereka tidak trauma dengan bencana. “Tapi, fasilitas sekolah darurat itu harus benar-benar ada dan aman dulu. Juga, guru-guru mereka harus tersedia,” ujar komisioner KPAI bidang sosial dan anak dalam situasi darurat itu.

Dia menuturkan, pemerintah juga perlu segera mendata jumlah siswa yang membutuhkan sekolah darurat. Pendataan dilakukan secara menyeluruh, mulai tingkat SD, SMP, SMA, hingga SMK. Dengan demikian, penempatan sekolah siswa juga bisa lebih tepat. “Pemerintah juga bisa mencarikan sekolah baru untuk siswa yang gedung sekolahnya rusak,” tambah dia.

Saatnya Memikirkan Sekolah Anak-anak Korban Gempa-Tsunami Sulteng
Infografis sejarah gempa di Sulawesi Tengah (Rofiah Darajat/JawaPos.com)

Sekolah yang rusak digoyang gempa dan diterjang tsunami akan diganti sementara dengan tenda darurat. Data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), hingga kemarin (7/10) sebanyak 2.736 sekolah rusak di Kota Palu, Kabupaten Donggala, dan Sigi. Sekolah rusak itu bakal diperbaiki dengan pendirian sekolah baru. Tapi, selama masa pembangunan, siswa akan bersekolah di kelas darurat.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Hubungan Masyarakat BNPB Sutopo Purwo Nugroho menuturkan, pendirian sekolah darurat tentu membutuhkan tenda barak besar. Tenda itu biasanya menggunakan tenda milik BNPB yang berukuran besar, lantas disekat. “Tenda yang besar lebih nyaman untuk siswa belajar,” ujar Sutopo.

Dia menyebutkan, sejumlah tenda itu sudah mulai didatangkan ke Palu dan sekitarnya. Sayang, dia belum mendapat laporan detail jumlah tenda untuk keperluan sekolah yang telah tiba. Hanya, banyak tenda berukuran besar yang telah dipakai di Lombok untuk jadi ruang kelas sementara

Editor : Ilham Safutra

Reporter : (jun/c10/oni)

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads
Saatnya Memikirkan Sekolah Anak-anak Korban Gempa-Tsunami Sulteng