alexametrics

Belajar di Rumah Tetap Berprestasi, Hati-Hati Untuk Kelas Tatap Muka

8 Agustus 2020, 19:36:24 WIB

JawaPos.com – Pemerintah mulai melonggarkan kebijakan sekolah tatap muka di tengah pandemi Covid-19. Sekolah di daerah zona kuning penularan Covid-19 kini diperbolehkan membuka pembelajaran tatap muka. Namun sekolah diminta hati-hati dan mempertimbangkan empat hal ketika akan membuka kelas tatap muka.

Keterangan tersebut disampaikan Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan Madrasah Kemenag Ahmad Umar Sabtu (8/8). Dia menjelaskan sekolah di zona kuning maupun hijau yang akan membuka kelas tatap muka harus mempertimbangkan empat hal. ’’Pertama adalah pastikan anak-anak sehat,’’ katanya. Jika ada ada yang sedang sakit tidak boleh sekolah dahulu. Kedua gurunya juga harus sehat. Ketika ada guru yang sakit, tidak diminta ke sekolah dahulu. Lalu yang ketiga adalah lingkungan madrasah atau sekolah harus sehat.

’’Keempat harus mengikuti protokol kesehatan yang benar,’’ jelasnya. Dia mengatakan pemerintah satu suara terkait kebijakan sekolah tatap muka di tengah pandemi itu. Umar mengatakan Kemenag juga menjalankan ketentuan sebagaimana diumumkan oleh Kemendikbud. Dia juga mengatakan belajar di rumah tetap bisa menjaga prestasi siswa.

Diantara sekolah yang cukup lama menjalankan pembelajaran dari rumah adalah Sekolah SPK Semesta Semarang. Mereka mulai pembelajaran online asejak 18 Maret atau lalu. Meskipun belajar dari rumah, seluruh siswa dibiasakan untuk belajar secara maksimal. Diantara strateginya adalah para guru dan siswa menggunakan sejumlah platform untuk pembelajaran dari rumah. Seperti Google Classroom, Exam View, dan aplikasi Zoom. Siswa juga diperbolehkan membawa perangkat Chromebook dan buku pembelajaran dari sekolah untuk dibawa pulang.

Meskipun belajar dari rumah, Sekolah Semesta Semarang tidak menghalangi anak didiknya untuk berprestasi. Baik itu di tingkat nasional maupun internasional. ’’Klub yang bernama Tim Olimpiade Semesta atau Semesta Olympiad Squad tetap berjalan di tengah pandemi,’’ kata pembina klub olimpiade Sekolah SPK Semesta Sri Widowati.

Sri mengatakan tim olimpiade yang dia bina merupakan salah satu klub atau wadah organisasi unggulan di sekolahnya. Dari tim atau klub itu, banyak siswa yang berhasil meraih prestasi. Seperti di olimpiade sains nasional (OSN) atau ajang serupa lainnya. ’’Para siswa yang menjadi anggota tim olimpiade dikerahkan untuk mengikuti pelatihan secara rutin,’’ jelasnya.

Dia menjelaskan di tengah pandemi seperti sekarang ini, kontes atau kompetisi yang diikuti siswanya agak berbeda dengan biasanya. Kompetisi kebanyakan digelar secara online untuk mencegah penularan Covid-19. Kemudian para siswa dan siswi juga mengikuti self-improvement dengan cara tutoring, belajar mandiri, atau mengikuti sejumlah pelatihan online.

Sri menyebut sejumlah prestasi yang berhasil diraih siswanya di tengah pandemi. Seperti International Eduversal Mathematics Competition, International Kangaroo Mathematics Contest, Asian Pacific Mathematics Olympiad 2020, Owlypia Summer Challenge. Kemudian Advanced Science Olympiad oleh POSI (Pelatihan Olimpiade Sains Indonesia), Kompetisi Matematika Online, serta Kompetisi Hardiknas POSI (Pelatihan Olimpiade Sains Indonesia) 2020.

Melisa sebagai salah satu anggota klub olimpiade Sekolah Semesta memberikan kunci suksesnya untuk tetap berprestasi dikala pandemic. Kuncinya adalah melawan rasa malas di dalam diri. Kemudian jangan lelah belajar dan aktif mencari info tentang perlombaan.

Manajemen waktu yang baik dan konsistensi juga merupakan salah satu modal para siswa untuk tetap berprestasi di kala pandemi. Dia berharap Semoga seluruh pelajar Indonesia di tengah keterbatasan ruang dan waktu seperti sekarang tetap memiliki semangat dan kesadaran yang tinggi untuk terus berkarya dan berprestasi.

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Mohamad Nur Asikin

Reporter : Hilmi Setiawan



Close Ads