alexametrics

SMKN 15 Jakarta Sudah Buka, 114 Murid Masuk Sekolah Lagi

7 April 2021, 10:48:04 WIB

JawaPos.com – Sejumlah sekolah di DKI Jakarta, hari ini, Rabu (7/4) sudah mulai melaksanakan kegiatan pembelajaran tatap muka (PTM) secara terbatas hingga 29 April mendatang. Salah satunya SMKN 15 Jakarta.

Kepala Sekolah SMKN 15 Jakarta Prihatin Gendra Priyadi menyampaikan bahwa pihaknya telah mematuhi semua daftar ceklis dan menerapkan protokol kesehatan. Mulai dari pengecekan suhu tubuh dan mencuci tangan sebelum masuk ke area sekolah, begitu pula dengan kapasitas dan peniadaan kegiatan di sekolah.

“SMKN 15 menjadi salah satu piloting karena lulus seleksi bukan mengajukan, karena infrastruktur di sekolah juga sudah siap,” jelas dia di lokasi, Jakarta, Rabu (7/4).

Dalam uji coba tatap muka ini, terdapat dua kelas yang mengikutinya, yakni kelas 10 untuk jurusan Otomatisasi dan Tata Kelola Perkantoran (OTKP) 1 dan Akuntansi Keuangan Lembaga (AKL) 2 serta kelas 12 yang mempersiapkan untuk ujian sertifikasi kompetensi (USK). Pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) ini dimulai pada jam 07.00 sampai 11.00 WIB.

“Hari ini yang diuji coba 114 siswa, ada 8 kelas (yang dipakai) yang uji coba. Setiap kelas itu berbeda-beda, kelas 10 diisi 18, tapi tidak pure 18 karena ada kelas beda-beda (jumlah murid). Yang kelas 12 itu ujian ada yang 10 dan 9,” tuturnya.

Ia menuturkan bahwa 92,8 persen orang tua murid telah menyatakan setuju melalui surat persetujuan masuk tatap muka. Sementara sisanya yang menyatakan tidak setuju tetap mendapatkan pelayanan melalui daring.

Baca Juga: Sudah Disetujui 30 Negara, Sinovac Produksi 2 Miliar Vaksin Covid-19

“Salah satu ketentuan wajib itu harus ada persetujuan orang tua. Kalau anak mau dan orang tua itu belum mengizinkan dia itu belum boleh luring, tapi daring. Kita antisipasi dengan blended learning, karena tidak bisa datang, maka bapak ibu guru menangani di dua kondisi (tatap muka dan online),” ujarnya.

Selain itu, pihaknya juga mengadakan monitoring dan asesmen bersama pihak dinas kesehatan, dinas pendidikan dan puskesmas untuk memeriksa pelaksanaan PTM tersebut. Untuk transportasi, sekolah bersama pemerintah daerah (pemda) turut mengakomodasikan bis sekolah.

“2 bus yang ready, ada kesediaan dan himbauan agar orang tua mengantarkan atau jemput,” pungkas dia.

Editor : Dimas Ryandi

Reporter : Saifan Zaking




Close Ads